"Mas Bagong bakal ngleleng teng kayangan. Sungkem kalih Betoro Nerodho, sang teko sing lucu, lan sungkem kagem Sang Hyang Wenang kang kerep nyelametke punokawan. Rabu kelabu melepas Ki Seno Nugroho kondur. Paling sedih adalah menggunakan aset digital untuk siaran live melepas kepergian pemilik akun sendiri."
Ungkapan dukacita lainnya datang pula dari Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo.
"Duka cita amat dalam atas wafatnya Ki Seno Nugroho. Baru kemarin menikmati wayang climen. Saya juga penggemar Ki Suparman Cermowiyoto, ayahanda beliau," tulis @prastow.
Ia juga mengaku sudah berniat untuk mengundang Ki Seno dalam sebuah acara.
Baca Juga:Soimah Kenang Wayangan Bareng Ki Seno Nugroho, Dapat Bayaran Rp10 Ribu
"Padahal baru berkoordinasi dg teman untuk minta jadwal beliau ndalang untuk sebuah institusi. Ternyata Tuhan berkehendak lain. Sugeng tindak Ki Seno Nugroho," imbuhnya.
Ki Seno Nugroho meninggal dunia, Selasa (3/11/2020) pukul 22.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah, Gamping, Sleman.
Setelah disemayamkan di Bantul, jenazahnya dimakamkan di Makam Semaki Gede Yogyakarta, Rabu (4/11/2020) pukul 13.00 WIB.
Manajer Ki Seno, Gunawan Widagdo, menjelaskan bahwa sebelumnya Ki Seno sempat merasakan nyeri di dada saat bersepeda pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB hingga dilarikan ke rumah sakit dan masuk ICCU.
"Kata dokter saat itu, penyumbatan darah sudah sampai 100 persen, artinya sudah fatal. Beliau juga sempah muntah-muntah hingga akhirnya meninggal dunia," ucapnya.
Baca Juga:Putra Satu-satunya Keluarga, Gadhing Digadang-gadang Jadi Penerus Ki Seno