JCW Desak KPK Telusuri Aliran Dana Dugaan Korupsi Stadion Mandala Krida

Menurut Kamba, publik juga tidak boleh lengah dengan membiarkan proses hukum ini terlepas begitu saja.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 24 November 2020 | 17:35 WIB
JCW Desak KPK Telusuri Aliran Dana Dugaan Korupsi Stadion Mandala Krida
Stadion Mandala Krida. (Suara.com/Irwan Febri Rialdi)

SuaraJogja.id - Jogja Corruption Watch (JCW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelusuri lebih lanjut kasus dugaan korupsi proyek pekerjaan pembangunan Stadion Mandala Krida Yogyakarta yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Tahun Anggaran 2016-2017.

Hal ini dirasa penting guna lebih mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Menurut JCW, jarang ada kasus korupsi yang berdiri sendiri dalam praktiknya.

Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW), Baharuddin Kamba, menegaskan, KPK perlu menyusuri dugaan aliran dana yang ada dalam kasus korupsi ini. Diyakini Kamba, ada beberapa pihak yang turut terlibat dalam sebaran aliran dana korupsi stadion ini.

"Jadi jangan semata-mata hanya melihat kasus penyuapan atau gratifikasinya aja, tetapi juga harus menelusuri ke mana saja aliran dana yang dikorupsi itu diterima," ujar Kamba saat dikonfirmasi awak media, Selasa (24/11/2020).

Baca Juga:KPK Gerak Cepat, Usut Dugaan Korupsi Stadion Mandala Krida Yogyakarta

Kendati saat ini KPK belum bersedia mengumumkan nama para tersangka, menurut Kamba, publik juga tidak boleh lengah dengan membiarkan proses hukum ini terlepas begitu saja.

Masyarakat pada umumnya tetap harus mengawal proses hukum ini dari awal hingga nanti vonis di pengadilan tindak pidana korupsi Yogyakarta.

"Biasanya nanti di persidangan bakal muncul sejumlah fakta hukum yang menarik untuk dapat ditindaklanjuti oleh penegak hukum," ucapnya.

Namun sejauh ini dari pantauan JCW, penegak hukum di DIY malah tidak melanjutkan proses hukum kepada sejumlah nama yang telah disebutkan beberapa saksi di persidangan pengadilan Tipikor Yogyakarta.

Hal ini bukan kali pertama terjadi, tapi sudah ada beberapa kasus juga yang ditangani serupa.

Baca Juga:Skandal Dugaan Korupsi Proyek Mandala Krida Disidik KPK, Ini Kronologinya

Sebut saja kasus korupsi Pergola tahun 2014 silam dan kasus korupsi proyek Saluran Air Hujan (SAH) Soepomo Yogyakarta pada awal tahun 2020 lalu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak