alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wawancara Kontroversial Putri Diana 25 Tahun Lalu Disorot Lagi, Kenapa?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Nur Khotimah Sabtu, 28 November 2020 | 06:33 WIB

Wawancara Kontroversial Putri Diana 25 Tahun Lalu Disorot Lagi, Kenapa?
Meja kerja Putri Diana di Istana Kensington. [Tolga Akmen/AFP]

Memangnya, apa isi wawancara lawas Putri Diana tersebut?

SuaraJogja.id - Tahun 1995, Putri Diana pernah melakukan wawancara kontroversial bersama jurnalis Martin Bashir dan BBC untuk program "Panorama". Siapa sangka, 25 tahun setelah, wawancara ini harus diselidiki kembali.

Wawancara itu dinilai kontroversial karena Putri Diana mengungkap hal-hal pribadi. Hal itu termasuk soal perselingkuhan Pangeran Charles dengan Camilla Parker-Bowles hingga depresi yang dideritanya.

Lalu, mengapa wawancara ini kembali diselidiki setelah 25 tahun berlalu? Apa yang sebenarnya telah terjadi?

Dilansir Elle, ini dilakukan setelah Charles Spencer, adik Putri Diana menuding BBC dan Martin Bashir melakukan cara curang untuk bisa memperoleh kepercayaan Sang Putri.

Baca Juga: Kebijakan Kontroversial Edhy Prabowo, Menteri KKP yang Ditangkap KPK

Putri Diana saat wawancara dengan BBC dan Martin Bashir tahun 1995. (BBC)
Putri Diana saat wawancara dengan BBC dan Martin Bashir tahun 1995. (BBC)

Kecurigaan itu muncul selepas ITV menayangkan dokumenter "The Diana Interview: Revenge of a Princess".

Dalam dokumenter itu, seniman grafis program "Panorama" tahun 1995 bernama Matt Wiessler membongkar fakta mengejutkan.

Matt Wiessler mengaku sangat menyesal sudah terlibat dalam penyiapan dokumen palsu, termasuk rekening koran palsu, yang digunakan untuk mendapatkan kepercayaan Putri Diana supaya mau membongkar sisi lain kehidupannya di Kerajaan Inggris saat diwawancara oleh mereka.

Dokumen itu diduga dijadikan "bukti" bahwa orang-orang di sekitar Putri Diana dibayar pihak keamanan Britania Raya untuk memata-matai dirinya.

Faktor itulah yang diduga membuat Putri Diana terpancing untuk membongkar hal-hal kontroversial dari Kerajaan Inggris.

Baca Juga: Remehkan Resepsionis Saat Wawancara Kerja, Nasib Pria Ini Berakhir Tragis

Matt Wiessler sendiri mengaku menyiapkan dua dokumen palsu kala itu, yakni dokumen pembayaran uang sebesar 4.000 Pound sterling dan 6.500 Pound sterling. Semuanya dibayarkan ke direktur keamaan Charles Spencer saat itu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait