Salah satu perbedaan yang bisa dilihat, kata Rokhimi adalah saat ini penimbangan balita tidak lagi menggunakan timbangan gantung. Melainkan akan menunggunakan timbangan meja atau timbangan digital.
Alat-alat itu pun setelah digunakan akan lantas dibersihkan menggunakan desinfektan. Selain itu petugas juga dilengkapi dengan alat pelindung diri yang memadahi, mulai dari masker, sarung tangan hingga face shield.
Rokhimi juga menyebut ada banyak balita yang memang belum terdaftar untuk saat ini. Mengingat cukup banyaknya warga pendatang di daerah tersebut.
“Sementara ini ada 70 balita yang terdata. Namun, perkembangannya terus mengalami peningkatan,” tuturnya.
Baca Juga:Kasus COVID-19 di DIY Tembus 6.073, Sleman Catat Kasus Terbanyak
Disampaikan Rokhimi, pemberian gizi pada balita juga menjadi aspek yang semakin diperketat. Makanan yang diberikan bersifat alami bukan instan dan langsung dibungkus.
”Untuk imunisasi tetap dilakukan tapi langsung oleh puskesmas,” terangnya.