alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Meningkat, 2 Anak Penderita DBD di Kulon Progo Meninggal

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana Kamis, 03 Desember 2020 | 07:43 WIB

Kasus Meningkat, 2 Anak Penderita DBD di Kulon Progo Meninggal
Pasien demam berdarah dirawat di rumah sakit. (Shutterstock)

"Kami menduga hal ini terjadi karena pemanasan global, jadi suhu di pegunungan makin hangat dan nyamuk DBD bisa beradaptasi di sana."

SuaraJogja.id - Adanya lonjakan signifikan pada kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kulon Progo tahun ini diiringi dengan kasus kematian penderitanya, yang di antaranya masih anak-anak.

Dibanding dengan tahun lalu di periode yang sama, kasus tahun ini meningkat. Hingga pekan ke-48 atau akhir November 2020, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo mencatat, sudah ada sedikitnya 322 kasus DBD di Kulon Progo, sedangkan jumlah di tahun lalu sebanyak 296 kasus.

Kenaikan jumlah penderita DBD ini tak lepas dari faktor cuaca, mengingat saat ini sedang musim penghujan. Alhasil, bermunculan genangan yang menjadi sarang nyamuk baru.

Diberitakan HarianJogja.com -- jaringan SuaraJogja.id, adapun dari total kasus yang terlaporkan pada tahun ini, dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: Karena Takut, Sebagian Warga Kulon Progo Nggak Mau Diperiksa Satgas Covid

"Ya dari 322 kasus yang terlaporkan, ada dua yang dinyatakan meninggal dunia. Keduanya masih anak-anak," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P ) Dinkes Kulon Progo Baning Rahayujati, Rabu (2/12/2020).

Baning mengatakan, meninggalnya dua kasus itu diduga lantaran keterlambatan penanganan. Pasalnya, walaupun DBD bisa sembuh dengan sendirinya, penyakit yang disebabkan virus dengue dari gigitan nyamuk betina Aedes aegypti ini tetap berisiko menyebabkan kematian.

Setelah tergigit nyamuk, seseorang dapat mengalami beberapa gejala DBD setelah masa inkubasi virus dengue selesai.

Masa inkubasi DBD adalah rentang waktu yang diperlukan dari saat nyamuk menggigit dan memasukkan virus dengue ke dalam tubuh seseorang hingga orang tersebut mengalami gejala DBD.

Selama masa inkubasi, yang berlangsung 4-7 hari, virus DBD akan memperbanyak diri di dalam tubuh inangnya.

Baca Juga: Surya Paloh Positif Corona Usai Sembuh dari DBD

Adapun gejala penyakit ini berawal dari demam tinggi hingga mencapai sekitar 40 derajat celsius, sakit kepala berat, nyeri pada bagian belakang mata, muncul bintik-bintuk kemerahan di kulit, mual dan muntah, serta nyeri otot dan persendian.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait