alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pakar Sebut Belanja di Mal Tak Membuat Seseorang Rentan Tertular Covid-19

Risna Halidi Sabtu, 05 Desember 2020 | 17:18 WIB

Pakar Sebut Belanja di Mal Tak Membuat Seseorang Rentan Tertular Covid-19
Sebagai ilustrasi: Belanja di mal. (Antara)

Ia mengatakan mobilitas manusia yang begitu cepat berpindah-pindah di pusat perbelanjaan menunjukkan risiko tertular Covid-19 yang lebih sulit.

SuaraJogja.id - Pusat niaga seperti mal sudah beroperasional seperti biasa di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini.

Meski bisa kembali memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian masyarakat masih dibayangi ketakutan tertular penyakit akibat virus SARS-CoV-2 itu.

Tetapi dikutip Suara.com dari Antara, Minggu (5/12/2020), seorang professor dari Institute for Evidence-Based Healthcare Australia bernama Paul Glasziou mengatakan mobilitas manusia yang begitu cepat berpindah-pindah di pusat perbelanjaan menunjukkan risiko tertular Covid-19 yang lebih sulit.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, seseorang rentan terinfeksi Covid-19 ketika berada dalam jarak satu meter dari seseorang yang positif setidaknya selama 15 menit.

Baca Juga: Jazz Gunung 2020, Musisi hingga Penonton Diwajibkan Tes Swab Antigen

Sementara di pusat perbelanjaan, menurut Glasziou, hal itu sangat tidak mungkin terjadi.  Di restoran dan kafe, risiko tersebut lebih tinggi karena orang berada di sana dalam jangka waktu yang lebih lama.

Walau begitu, seorang ahli epidemiologi Mary-Louise McLaws, tetap menyarankan orang-orang mempraktikan jarak sosial di pusat perbelanjaan. Ketimbang 1,5 meter, kata McLaws, dua meter lebih aman untuk menghindari diri terinfeksi Covid-19.

Selain menjaga jarak, mengenakan masker juga tak bisa ditawar lagi. Pakar immunologi di NYU Langone Health di New York City, Purvi Parikh mewajibkan semua orang memakai masker di pusat perbelanjaan.

"Orang-orang seharusnya tidak boleh masuk ke toko jika tak mengenakan masker. Jarak harus diterapkan, dan masker harus diterapkan. Permukaan benda (di toko) perlu dibersihkan. (Staf) harus membersihkan dan menyeka permukaan benda-benda (di lokasi perbelanjaan yang sering disentuh orang) sesering mungkin," kata Parikh seperti dilansir Today.

Direktur Senior Pencegahan Infeksi di The Johns Hopkins Health System, Lisa Lockerd Maragakis mengatakan, selain masker, orang-orang juga perlu mencuci tangan atau membersihkan tangan dengan cairan pembersih tangan terutama saat berada di dalam gedung yang menjadi tempat orang berkumpul atau bergerak.

Baca Juga: Sediakan Internet Gratis, Balai RW Jadi Tempat Belajar

Para ahli kesehatan menyarankan pengelola pusat perbelanjaan menyediakan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer di pintu masuk, menempelkan panduan jarak sosial di berbagai lokasi dan memberlakukan pemeriksaan suhu wajib bagi karyawan dan pelanggan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait