alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Satu Keluarga Ini Tak Memiliki Sidik Jari, Ini Penyebabnya

Galih Priatmojo | Lintang Siltya Utami Kamis, 31 Desember 2020 | 13:09 WIB

Satu Keluarga Ini Tak Memiliki Sidik Jari, Ini Penyebabnya
Ilustrasi sidik jari. (Shutterstock)

Sebuah keluarga di Bangladesh tidak memiliki sidik jari karena mutasi genetik yang sangat langka.

Tidak adanya sidik jari juga menyebabkan masalah bagi paman Sarker, Gopesh, yang harus menunggu dua tahun untuk mendapatkan paspor resmi.

Selain itu, ia juga harus meyakinkan atasannya untuk mengizinkannya menandatangani lembar absensi, alih-alih menggunakan sistem absensi sidik jari di kantornya.

Keluarga tersebut, yang tinggal di sebuah desa di distrik Rajshahi utara, diduga menderita kondisi langka yang dikenal dengan Adermatoglyphia.

Kondisi tersebut menyebabkan kurangnya tonjolan pada jari tangan dan kaki, dengan gejala termasuk berkurangnya kelenjar keringat di tangan dan kaki, benjolan putih kecil di wajah, dan kulit yang melepuh.

Baca Juga: Bangladesh Mulai Angkut Ratusan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil

Hal ini disebabkan oleh mutasi pada gen SMARCAD1 dan merupakan kondisi yang diturunkan, yang pertama kali menjadi perhatian luas pada 2007.

Di Bangladesh, seorang dokter kulit telah mendiagnosis keluarga Sarker dengan keratoderma palmoplantar bawaan. Namun Profesor Peter Itin, seorang dokter kulit Swiss, percaya ini mungkin telah berkembang menjadi Adermatoglyphia sekunder.

Meski begitu, Amal dan putranya baru-baru ini menerima jenis KTP baru yang menggunakan pemindaian retina dan pengenalan wajah bersama dengan sidik jarinya, tetapi dokumen resmi lainnya tetap sulit didapat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait