alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Berambut Gondrong, Laki-Laki Jadi Korban Begal Payudara di Sleman

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana Rabu, 13 Januari 2021 | 12:24 WIB

Berambut Gondrong, Laki-Laki Jadi Korban Begal Payudara di Sleman
[Ilustrasi] Gambar pelaku begal payudara. (Instagram/@net2netnews)

Setelah dadanya diremas, kata korban, pelaku begal payudara sempat memerhatikan respons korban, kemudian kabur.

SuaraJogja.id - Tak hanya perempuan, rupanya aksi begal payudara baru saja menimpa seorang laki-laki di Sleman. Pengalaman itu ia bagikan ke Twitter pada Rabu (13/1/2021).

Melalui akun @banumelody, korban membuat utas soal insiden yang membuatnya kesal sekaligus syok tersebut. Banu mengungkapkan, peristiwa terjadi di sekitar Jalan Kaliurang (Jakal), Sleman.

Berdasarkan keterangannya, insiden terjadi pada Rabu pukul 01.10 WIB di Jalan Banteng Raya.

Saat itu, pelaku beraksi seorang diri menggunakan sepeda motor, yang seingat korban, bermerek Supra X 125. Namun, ia tak begitu yakin karena peristiwa terjadi saat petang dan hujan turun.

Baca Juga: Viral Begal Payudara di Batas Desa, Rampas Harta Lalu Pegang Dada

Setelah dadanya diremas, kata korban, pelaku sempat memperhatikan respons korban, kemudian kabur.

"Dia sempat melambatkan laju kendaraannya, melihat respons korban. Sangat menakutkan sih. Enggak terbayang kalau korbannya cewek," kata dia, dihubungi SuaraJogja.id, Rabu siang.

Korban sempat berteriak kencang hingga warga di sekitar lokasi kejadian keluar rumah, tetapi sayang, pelaku tidak terkejar.

Utas laki-laki jadi korban begal payudara di Sleman - (Twitter/@banumelody)
Utas laki-laki jadi korban begal payudara di Sleman - (Twitter/@banumelody)

CEK UTASNYA DI SINI.

Bukan saja korban sempat syok, pelaku juga langsung tancap gas dan kondisi jalan berlubang serta banyak polisi tidur.

Baca Juga: Abis Magrib, Begal Payudara Gentayangan Bikin Resah Perempuan di Sumenep

"Di samping itu, saya juga mikir risiko, jalanan sepi, enggak tahu apakah dia bawa senjata atau tidak," katanya lagi.

Korban mengaku sekarang keadaannya baik-baik saja. Sampai saat ini, ia belum bisa melaporkan kejadian yang menimpanya itu ke polisi karena belum mengantongi bukti kuat.

Selain itu, ia berpesan supaya masyarakat berhati-hati karena pelecehan seksual tidak mengenal gender.

"Untuk siapa pun agar lebih berhati-hati lagi. Sexual harrasment enggak mengenal gender laki-laki atau perempuan, dan umur. Bukan karena korban adalah laki-laki, lantas layak dijadikan bercandaan di ruang umum," tutur korban.

Sebelumnya, utas korban di Twitter telah ramai mendapat reaksi warganet. Bahkan baru 10 jam setelah dicuitkan, utas tersebut telah di-retweet lebih dari sebelas ribu kali dan disukai hampir 30 ribu pengguna media sosial.

"Barusan jadi korban remes tetek di jakal, Sleman, Yogyakarta. masuk jalan ke arah perumahan banteng. Aku kan laki rambut panjang, lah diremes. Ati2 ya Cewe2 kalau pulang malem," tulis dia.

Korban menceritakan, sebelum dada kanannya diremas, pelaku sudah mengejarnya terlebih dahulu. Saat pelaku melancarkan aksinya, korban sontak kaget.

"Hati2 ya buat para cewek.
Aku aja kaget dan langsung ngefreeze lho.. shock," ungkap dia.

Dirinya menekankan, pelecehan tak berkaitan dengan penampilan target pelaku. Pasalnya, saat kejadian saja, korban memakai baju serba tertutup.

Hanya terlihat rambut gondrongnya yang mencuat dari balik balaclava dan helm. Tak ayal ia kesal terhadap tingkah pelaku.

"Yg sering bilang, “makanya aurot, penampilan tuh dijaga, biar g ngundang napsu”. Ga gitu gess! Krn gerimis, ane pake mantel baju + celana panjang, tebel, pake balaclava + helm. Cuma kelihatan rambut panjang ane, dikit aja di celah balaclava-helm. Eh dibegal payudara. Ane laki," kicau korban.

Di akhir utasnya, ia mengaku tak sempat mengejar pelaku karena laju kendaraannya cukup kencang. Ia menambahkan bahwa dirinya akan mengecek CCTV setelah diberi tahu warga di sekitar lokasi.

"Andai Anda pelakunya, monggo DM, kita rembugkan apik2an. Gampang ra tak gawe ribut," tutupnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait