alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sambut KRL Jogja-Solo, Ini Keunggulan KRL Dibandingkan Prameks

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana Kamis, 21 Januari 2021 | 08:30 WIB

Sambut KRL Jogja-Solo, Ini Keunggulan KRL Dibandingkan Prameks
Penampakan Kereta Rel Listrik (KRL) jalur Yogyakarta-Solo di Stasiun Tugu Yogyakarta, pada Rabu (20/1/2021). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Total akan ada 11 stasiun yang akan menjadi pemberhentian KRL dari Yogyakarta hingga Solo.

SuaraJogja.id - Masyarakat Yogyakarta dan Solo kini tengah bersiap menyambut alat transportasi baru berupa Kereta Rel Listrik (KRL). Sebelum ada KRL sebenarnya masyarakat telah lebih dulu memanfaatkan Kereta Api Prambanan Ekspres (Prameks). Lantas apa keunggulan, KRL dibandingkan Prameks?

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, memastikan ada beberapa keunggulan KRL dibandingkan dengan Prameks yang selama ini dimanfaatkan masyarakat. Mulai dari pelayanan hingga kenyamanan yang akan diberikan secara keseluruhan nantinya saat sudah beroperasi secara komersial.

Disebutkan Anne, keunggulan pertama KRL terdapat di jumlah stasiun yang lebih banyak dilalui. Total akan ada 11 stasiun yang akan menjadi pemberhentian KRL dari Yogyakarta hingga Solo.

11 stasiun itu adalah Stasiun Tugu Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Prambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari, dan Solobalapan. Sedangkan Prameks sebelumnya hanya melintasi 7 stasiun yakni Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Brambanan, Klaten, Purwosari, dan Solobalapan.

Baca Juga: Jajal KRL Jogja-Solo, Penumpang Prameks: Seperti Mimpi yang Menjadi Nyata

Selain itu, KRL juga dapat mengurangi masalah pencemaran udara karena menggunakan tenaga listrik sebagai bahan bakarnya. Sementara itu Prameks masih menggunakan mesin diesel.

Penampakan Kereta Rel Listrik (KRL) jalur Yogyakarta-Solo di Stasiun Tugu Yogyakarta, pada Rabu (20/1/2021). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]
Penampakan Kereta Rel Listrik (KRL) jalur Yogyakarta-Solo di Stasiun Tugu Yogyakarta, pada Rabu (20/1/2021). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

"Kemudian waktu tempuh KRL Jogja-Solo itu 58 menit. Ini terkait dengan keamanan juga karena perlintasan masih banyak dari Jogja sampai Solo. Intinya akan lebih nyaman untuk urban transport seperti di Jogja. KRL juga bisa mengangkut banyak penumpang saat kondisi normal," tutur Anne kepada awak media, Rabu (20/1/2021).

Disampaikan Anne, kepastian jadwal juga dipastikan tidak akan menjadi kendala. Pasalnya jadwal akan selalu ditampilkan untuk data terbaru ditambah dengan posis kereta yang berada di stasiun mana.

"Kapastian jadwal selama ini di Jakarta sudah update, sehingga teman-teman bisa cek jadwal hingga posisi kereta di stasiun mana. Hal ini akan memudahkan pengguna KRL untuk melakukan perjalanan. Jadi kalau misalkan dalam pelayanan, kami berharap bisa lebih baik dari sebelumnya," ujarnya.

Anne berharap dengan hadirnya KRL, orang yang menggunakan kendaraan pribadi untuk berpergian dapat berkurang. Sehingga harapannya KRL menjadi sebuah bentuk ekosistem transportasi baru khususnya di Jogja-Solo.

Baca Juga: KRL Jogja-Solo Mulai Uji Coba, 4 dari 20 Kereta Siap Angkut Penumpang

"Kalau dibilang target penumpang ya masyarakat sekitarnya dan kita juga ingin mengembangkan perekonomian di sekitar stasiun yang saat ini diaktifkan. Sasaran penumpang semua pelajar, mahasiswa, pekerja, seperti penglaju juga bisa dan semua usia," terangnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait