alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sebanyak 29 Kali

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Senin, 25 Januari 2021 | 10:20 WIB

Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sebanyak 29 Kali
Guguran lava terlihat dari Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (17/1/2021). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Jarak maksimum luncuran lava pijar Gunung Merapi tersebut tercatat sepanjang 800 meter.

SuaraJogja.id - Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitas. Kondisi itu terlihat dari jumlah luncuran lava pijar sebanyak 29 kali dalam rentan waktu enam jam saja.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan, dalam aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan Senin (25/1/2021) pukul 00.00 WIB - 06.00 WIB hari ini, telah terjadi 29 kali luncuran lava pijar. Jarak maksimum luncuran lava pijar tersebut tercatat sepanjang 800 meter.

"Dari pengamatan Senin (25/1/2021) pukul 00.00 WIB - 06.00 WIB, teramati 29 kali luncuran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 800 meter mengarah ke barat daya," ujar Hanik, kepada awak media.

Dalam periode yang sama, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 200 meter di atas puncak kawah. Selain muntahan awan panas guguran, lava pijar juga teramati tetap keluar dari puncak Merapi.

Baca Juga: Ustaz Yahya Waloni Disorot karena Ogah Pakai Masker dan 4 Berita SuaraJogja

"Untuk guguran lava pijar teramati sebanyak 64 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter ke barat daya," ucapnya.

Pada periode pengamatan yang sama, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih. Asap itu memiliki intensitas sedang dan tinggi 150-300 meter di atas puncak kawah.

Sehari sebelumnya atau tepatnya pada periode pengamatan Minggu (24/1/2021) pukul 00.00 WIB - 24.00 WIB, luncuran lava pijar juga teramati cukup banyak. Tercatat 27 kali guguran atau lava pijar itu keluar dari puncak Merapi.

"Jarak luncur maksimum 800 meter ke arah barat daya. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 200 meter di atas puncak kawah," ucapnya.

Hanik menambahkan, aktivitas seismik Gunung Merapi juga telah mengalami penurunan sejak 12 Januari 2021 lalu. Begitu juga dengan penggembungan tubuh gunung api atau deformasi, yang tercatat sudah landai.

Baca Juga: Jalur Evakuasi Gunung Merapi di Dua Dusun Belum Diperbaiki, Ini Penyebabnya

"Deformasi kalau pantauan dari Babadan sempat menyentuh angka maksimum sampai dengan 21 sentimeter per hari. Namun sekarang sudah landai, sudah tidak ada deformasi lagi di sisi barat," jelasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait