Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Joko Supriyanto membenarkan jika memang untuk barak pengungsian di sisi barat saat ini sejumlah Kalurahan telah siap. Ditambah juga dengan tentu saja penerapan protokol kesehatan semisal sekat di barak hingga fasilitas lainnya.
“Intinya kita sudah siap. Beberapa Kalurahan juga sudah siap dengan poskonya dan tentunya dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan seperti dilakukan penyekatan dalam posko,” jelas Joko.
Lebih lanjut, Joko juga menuturkan bahwa setiap posko hanya dapat menampung kurang lebih 100 orang dikarenakan penerapan protokol kesehatan. Padahal jika dalam kondisi normal setiap barak bisa menampung lebih dari itu atau sekitar 300an orang.
Disampaikan Joko, Turgo menjadi wilayah Sleman yang berada di sisi barat Merapi yang jaraknya paling dekat yakni sekitar 6-7 km dari puncak. Sedangkan untuk warga di daerah Turgo sendiri ada sekotar 150 orang.
Baca Juga:Merapi Masih Keluarkan Awan Panas, Status Siaga Masih Dipertahankan
Menurutnya warga yang berada di daerah Turgo sudah siap dan memahami potensi bahaya Gunung Merapi yang bakal melalui Kali Krasak. Sehingga sampai saat ini belum ada warga masyarakat Turgo yang mengungsi.
"Untuk warga masyarakat di daerah barat belum ada yang mengungsi karena memang belum diminta untuk ngungsi. Kalau diminta ngungsi padahal belum saatnya kan repot juga kita untuk penanganannya," tandasnya.