alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lava Pijar Merapi Buat Penasaran, BPBD Sleman: Boleh Nonton tapi Jarak Aman

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Senin, 25 Januari 2021 | 18:28 WIB

Lava Pijar Merapi Buat Penasaran, BPBD Sleman: Boleh Nonton tapi Jarak Aman
Guguran lava terlihat dari Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (17/1/2021). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Menurutnya, hingga saat ini jarak luncuran material Gunung Merapi terjauh berada di angka 1,8 kilometer.

SuaraJogja.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman tidak melarang kegiatan warga atau wisatawan untuk melihat keindahan fenomena lava pijar yang muncul di Gunung Merapi. Namun, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 harus tetap dilaksanakan dan tetap berada di jarak aman.

Kepastian itu disampaikan langsung Kepala BPBD Kabupaten Sleman Joko Supriyanto saat dikonfirmasi awak media, Senin (25/1/2021). Menurutnya, hingga saat ini jarak luncuran material Gunung Merapi terjauh berada di angka 1,8 kilometer.

"Sejauh ini luncuran terjauh yakni awan panas guguran, yang mencapai 1,8 kilometer, jadi sebenarnya kalau mau menonton lava pijar itu tidak masalah, tapi ya harus diingat bahwa sekarang masih pandemi dan ada aturan PTKM juga, jangan berkerumun," kata Joko.

Joko menegaskan, setiap orang yang hendak melihat langsung fenomena keluarnya magma dari dalam perut Merapi tersebut perlu memperhatikan rekomendasi jarak aman dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Saat ini radius aman yang masih direkomendasikan adalah lima kilometer dari puncak.

Baca Juga: Lava Pijar Gunung Merapi Jadi Daya Tarik, Akses Masuk Dijaga Ketat Petugas

Ditambah dengan status Gunung Merapi yang saat ini masih menyandang status Siaga atau level III, jika sesuai dengan rekomendasi BPPTKG itu, maka untuk sementara pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi.

"Ada kebijakan PTKM juga, jadi masyarakat yang ingin menikmati fenomena lava pijar di lereng Gunung Merapi harus tetap petuh pada aturan itu. Dengan tetap menjaga protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso mengakui bahwa fenomena lava pijar, yang tengah berlangsung, menjadi daya tarik bagi masyarakat.

Namun meski begitu, BPPTKG juga sudah mengeluarkan imbauan dan rekomendasi jarak aman untuk tetap dipatuhi oleh masyarakat.

"Lava pijar ini merupakan sebuah fenomena yang luar biasa dan sayang untuk dilewatkan. Tidak dipungkiri lava pijar saat ini menjadi daya tarik wisata khususnya para penggemar fotografi. Meski begitu kami tetap mengimbau agar masyarakat patuh untuk menjauhi wilayah bahaya yang sudah ditetapkan," tandasnya.

Baca Juga: Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sebanyak 29 Kali

Sebelumnya, seorang relawan sekaligus warga asli Pelemsari, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Eko Susilo (36), menyebutkan, sejak fenomena lava pijar muncul kembali ke permukaan Merapi, masyarakat yang penasaran ingin melihat secara langsung menjadi makin banyak.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait