Babak Baru Rampasan Geger Sepehi 1812: Trah Sultan HB II Tegas Ambil Langkah Hukum Internasional

Trah Sultan HB II gugat Inggris ke Mahkamah Internasional (ICJ/PCA) terkait aset Keraton yang dirampas 1812, menolak solusi digitalisasi.

Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 06 Februari 2026 | 16:43 WIB
Babak Baru Rampasan Geger Sepehi 1812: Trah Sultan HB II Tegas Ambil Langkah Hukum Internasional
Prasasti Geger Sepehi di Keraton Yogyakarta. [kratonjogja.id]
Baca 10 detik
  • Trah Sultan HB II mempersiapkan gugatan hukum internasional ke ICJ atau PCA terkait aset Geger Sepehi 1812.
  • Gugatan fokus menuntut restitusi Inggris atas perampasan aset yang diklasifikasikan sebagai kejahatan kemanusiaan berat.
  • Keluarga menolak akses digitalisasi sebagai solusi akhir dan mendesak pemerintah Indonesia memasukkan isu ini dalam diplomasi dengan Inggris.

SuaraJogja.id - Upaya pengembalian aset Keraton Yogyakarta yang dirampas Inggris dalam peristiwa Geger Sepehi 1812 memasuki babak baru. 

Tidak lagi sekadar mendesak lewat diplomasi budaya, Keluarga Besar (Trah) Sri Sultan Hamengku Buwono II (HB II) kini secara tegas mempersiapkan langkah hukum ke tingkat global untuk menuntut keadilan.

"Dalam hukum internasional, kejahatan semacam ini tidak mengenal batas kedaluwarsa," kata Tim Kuasa Hukum Internasional Trah Sultan HB II, Muhammad Firman Maulana, Jumat (6/2/2026).

Ia menegaskan kasus ini bakal diseret ke Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) atau Permanent Court of Arbitration (PCA) di Den Haag. 

Baca Juga:Gasak Rp243 Juta Modus Gembos Ban, Sindikat Pencuri di Yogyakarta Diringkus

Langkah ini diambil mengingat peristiwa 1812 diklasifikasikan sebagai kejahatan kemanusiaan yang berat.

"Gugatan yang diajukan oleh keluarga besar trah Sri Sultan Hamengkubuwono II (Sultan HB II) berfokus pada tuntutan restitusi atau pertanggung jawab Inggris terhadap peristiwa Geger Sapehi 1812 sebagai kejahatan kemanusiaan," ungkapnya.

Tim Kuasa Hukum secara resmi menolak tawaran akses digital manuskrip rampasan itu. Pihaknya turut mendesak Pemerintah Indonesia, termasuk Presiden Prabowo Subianto, untuk menjadikan isu pengembalian aset ini sebagai syarat utama dalam kerja sama diplomatik, investasi, dan pendidikan dengan Inggris.

Tolak Kompromi Digitalisasi

Ketegasan sikap ini juga dipicu oleh penolakan Trah HB II terhadap tawaran akses digital untuk manuskrip-manuskrip curian tersebut.

Baca Juga:Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi

Perwakilan Keluarga Trah Sultan HB II, Fajar Bagoes Poetranto, menyebut solusi digitalisasi sebagai hal yang tidak dapat diterima.

"Kami secara tegas menolak digitalisasi sebagai solusi akhir. Ini soal kedaulatan budaya dan harga diri bangsa yang tidak bisa ditukar dengan sekadar akses scan dokumen," tegas Fajar.

Apalagi ada lebih kurang 7.500 manuskrip asli yang harus dikembalikan. Ditambah dengan ribuan keping emas dan perak dengan nilai ditaksir mencapai Rp8,36 triliun.

Pihak keluarga kini menunggu respons pemerintah Inggris dan Indonesia. Namun, Fajar menegaskan bahwa persiapan litigasi terus berjalan sebagai ultimatum jika jalur persahabatan tidak membuahkan hasil konkret.

"Jika jalur diplomasi tetap buntu, mereka telah menyiapkan langkah hukum di tingkat global," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak