Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa

Gempa M6,4 selatan Pacitan guncang DIY (6/2/2026) dini hari. 15 luka di Bantul, bangunan rusak, 14 KA BLB sementara. Pendataan & penanganan terus dilakukan.

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:35 WIB
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Kerusakan akibat gempa Pacitan di wilayah Bantul, Jumat (6/2/2026). (Istimewa)
Baca 10 detik
  • Gempa magnitudo 6,4 mengguncang DIY pada Jumat dini hari (6/2/2026) pukul 01.06 WIB, berpusat di selatan Pacitan.
  • Dampak gempa di Bantul menyebabkan 15 warga luka-luka dan merusak sejumlah bangunan rumah serta tempat ibadah.
  • Sebanyak 14 perjalanan kereta api di Daop 6 Yogyakarta sempat dihentikan sementara untuk pemeriksaan keselamatan prasarana.

SuaraJogja.id - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang berpusat di wilayah selatan Pacitan, Jawa Timur, mengguncang sejumlah wilayah di DIY Jumat (6/2/2026) dini hari. Gempa yang terjadi pada pukul 01.06 WIB tersebut mengakibatkan 15 warga Bantul mengalami luka-luka, sejumlah bangunan rusak.

Selain itu berdampak pada sektor transportasi. Sebanyak 14 perjalanan kereta api KA di Daop 6 Yogyakarta terpaksa berhenti luar biasa (BLB) demi pemeriksaan keselamatan.

Gempa dangkal ini juga dirasakan warga cukup kuat di sejumlah wilayah DIY, khususnya Bantul. Sosial media (sosmed) dipenuhi unggahan dampak gempa yang berlokasi di koordinat 8,98 Lintang Selatan dan 111,17 Bujur Timur, atau sekitar 89 kilometer selatan Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 10 km.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, Jumat pagi menyampaikan proses pendataan dampak gempa masih terus dilakukan dan bersifat sementara. Dalam Situation Report (Sitrep) BPBD Bantul yang diperbarui pada pukul 03.45 WIB, tercatat empat titik dampak yang masuk ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Bantul. 

Baca Juga:Soroti Aktivitas Pedagang Sate di Malioboro, DPRD Kota Jogja Sebut Penindakan Masih Tak Optimal

"Dampak tersebut meliputi tiga titik rumah warga yang mengalami kerusakan serta satu titik bangunan tempat ibadah," paparnya.

Lokasi terdampak gempa tersebar di empat wilayah kapanewon. yakni Kapanewon Imogiri, Kapanewon Jetis, Kapanewon Pundong, dan Kapanewon Kasihan, masing-masing satu titik.

Tak hanya kerusakan bangunan, gempa juga menyebabkan tujuh orang mengalami luka-luka. Para korban telah mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan. Tiga korban  luka dirawat di  RSU PKU Muhammadiyah Bantul, 6 orang di RSUD Panembahan Senopati, 2 orang di RSUD Saras Adyatma 2 orang, 1 orang di RSU Permata Husada, 1 orang di RSU St Elisabeth, 1 orang di RSU Prambanan dan 1 orang di Puskesmas Sanden.

BPBD Bantul bersama unsur terkait segera melakukan berbagai upaya penanganan pascagempa. Diantaranya penanganan di lapangan, pengamatan pasang surut air laut, penanganan medis terhadap korban, serta monitoring potensi gempa susulan.

Dalam penanganan tersebut, sejumlah sumber daya dilibatkan, antara lain BPBD Bantul, PMI Bantul, PSC 119 Bantul, SRI Wilayah 3, RSUD Panembahan Senopati, RSU PKU Muhammadiyah Bantul, FPRB tingkat kalurahan, serta warga setempat.

Baca Juga:5 Orang Meninggal Dunia, Status Siaga Darurat Hidrometeorologi DIY Diperpanjang

Hingga Jumat pagi, situasi di wilayah terdampak gempa di Bantul dilaporkan mulai terkendali. Meski demikian, aparat kebencanaan dan instansi terkait masih terus melakukan pemantauan dan bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan serta perkembangan dampak lanjutan.

"Pendataan masih berlangsung dan data bersifat sementara, sehingga memungkinkan adanya perubahan sesuai hasil pembaruan di lapangan," ungkapnya.

Secara terpisah Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengungkapkan sebanyak 14 KA terpaksa BLB. Namun seluruh perjalanan kereta api dalam kondisi selamat dan aman pascagempa.

"Demi  keselamatan, seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 6 dihentikan sementara melalui prosedur berhenti luar biasa untuk pemeriksaan prasarana dan sarana pascagempa," paparnya.

Tim lapangan KAI Daop 6 juga langsung melakukan pemeriksaan prasarana dan sarana secara menyeluruh meliputi jembatan, jalur rel, prasarana pendukung lainnya, serta kondisi rangkaian kereta api. Setelah hasil pemeriksaan menyatakan seluruh lintas dan jalur kereta api dalam kondisi aman, pada pukul 02.04 WIB, seluruh perjalanan kereta api kembali melanjutkan perjalanan.

Sebanyak 14 perjalanan kereta api berhenti luar biasa yakni KA 87B Sancaka (39 menit), KA 2771 Bungtalun Service (42 menit), KA 255B Jaka Tingkir (29 menit), KA 301 Parcel Tengah (35 menit), KA 305 Parcel Selatan (41 menit) dan KA 2601 Mawalo Tanker (46 menit).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak