Pemkab Sleman Pastikan Stok Hewan Kurban Aman Meski Permintaan Diprediksi Melonjak

Pemkab Sleman pastikan stok hewan kurban 2026 aman. Kekurangan dipenuhi dari luar daerah, pengawasan kesehatan diperketat guna antisipasi penyakit

Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:53 WIB
Pemkab Sleman Pastikan Stok Hewan Kurban Aman Meski Permintaan Diprediksi Melonjak
ilustrasi hewan kurban (Afnizar Nur Ghifari/Unsplash)
Baca 10 detik
  • Pemkab Sleman memastikan stok hewan kurban aman untuk Iduladha 2026 dengan antisipasi pasokan dari luar daerah.
  • Dinas Pertanian Sleman memperketat pengawasan kesehatan hewan di perbatasan dan pasar guna mencegah penyakit menular.
  • Pemerintah mengerahkan 170 personel medis untuk mendampingi proses penyembelihan agar daging memenuhi standar keamanan dan kesejahteraan hewan.

SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memastikan ketersediaan hewan kurban untuk menyambut Hari Raya Iduladha 2026 dalam kondisi aman. 

Meski saat ini stok masih mencukupi, pemerintah tetap mengantisipasi adanya lonjakan permintaan masyarakat yang biasanya terjadi mendekati hari penyembelihan.

"Sampai hari ini memang ketersediaan stok untuk hewan kurban kita masih mencukupi aman, tetapi biasanya nanti kan peningkatan permintaan itu di dekat-dekat pelaksanaan hari kurban," kata Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, Kamis (7/5/2026).

Danang memaparkan bahwa stok mandiri di Sleman saat ini terdiri dari sekitar 3.800 ekor sapi, 4.000 ekor kambing, dan 7.800 ekor domba. Namun, memang estimasi kebutuhan total mencapai 9.000 ekor sapi dan 15.000 ekor domba 

Baca Juga:Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman

Adapun kekurangan tersebut akan dipenuhi melalui pasokan pedagang dari luar daerah dan keberadaan pasar tiban. 

"Saat stok nanti kurang biasanya masyarakat ini selain beli dari kelompok-kelompok ternak di kampung, di pasar hewan ini juga biasanya nanti beli di pinggir-pinggir jalan yang memang ada jualan kurban seperti itu," ungkapnya.

Di sisi kesehatan, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Sleman, Rofiq Andrianto, menyatakan pihaknya terus mewaspadai potensi penyakit Antraks dan penyakit mulut dan kuku (PMK) khususnya dari wilayah perbatasan. 

Vaksinasi intensif telah dilakukan sejak April lalu, terutama di kawasan Prambanan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul.

Rofiq menambahkan bahwa pengawasan di pasar hewan kini diperketat dengan mewajibkan setiap ternak yang masuk melalui prosedur pemeriksaan kesehatan dan sterilisasi kendaraan. 

Baca Juga:Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup

"Ini sekarang jadi wajib setiap hewan yang masuk di pasar hewan wajib diperiksa kesehatannya," kata Rofiq.

Terkait teknis penyembelihan, dinas akan mengerahkan sekitar 170 personel yang terdiri dari dokter hewan, penyuluh, dan mahasiswa kedokteran hewan untuk melakukan pendampingan di seluruh wilayah Sleman. 

Tim ini bertugas memastikan daging yang dihasilkan aman konsumsi serta prosedur penyembelihan memenuhi kaidah kesejahteraan hewan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak