Pemerintah Rencanakan Impor Beras, Sleman Prihatin Nasib Petani

"Ya kalau menurut saya, kami juga prihatin karena [impor beras] ini pas panen raya di bulan Maret dan April."

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 18 Maret 2021 | 19:50 WIB
Pemerintah Rencanakan Impor Beras, Sleman Prihatin Nasib Petani
Ilustrasi beras. (Dok : Kementan)

Begitu juga dengan kondisi produksi beras di Kabupaten Sleman pada tiga bulan awal di tahun 2021 ini. Dikatakan Heru, hingga bulan Maret ini produksi beras bahkan sudah mengalami surplus sebanyak 2 ribu ton.

"Itu hasil panen dari lahan sekitar 6 ribu hektare. Jadi sampai April nanti sekitar 18 ribu hektare, karena memang luas lahan di Sleman yang LP2B itu kan 18.137 hektare," sebutnya.

Heru memastikan bahwa ketersediaan pangan terkhusus beras di Kabupaten Sleman masih akan tetap aman dalam untuk beberapa waktu ke depan. Termasuk juga masih akan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah masa pandemi Covid-19 ini.

"Kalau dari sisi jumlah tercukupi. Ya karena dari luas lahan pertanian kita cukup, kemudian aliran irigasinya cukup, sehingga kebutuhan air juga masih cukup. Memang Sleman itu kan lumbung berasnya DIY, jadi kalau dari ketersediaan [beras] kita cukup lah," pungkasnya.

Baca Juga:Tegas, Kementan Tak Setuju Ide Airlangga Soal Impor Beras

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan rencana pemerintah untuk mengimpor beras sebanyak 1 juta ton dalam waktu dekat. Kebijakan ini dinilai guna terus menjaga pasokan serta harga beras di dalam negeri.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak