Gelar Vaksinasi Massal, UII Mulai Ancang-ancang Kuliah Tatap Muka

vaksinasi diberikan pula bagi 300 orang lansia yang berdomisili di sekitar kampus UII

Galih Priatmojo
Rabu, 31 Maret 2021 | 07:15 WIB
Gelar Vaksinasi Massal, UII Mulai Ancang-ancang Kuliah Tatap Muka
Peserta sedang menerima suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama, di Auditorium Prof.Abdul Kahar Mudzakkir, Selasa (30/3/2021). (ist/dok.humas UII)

Hal itu, untuk tetap menekan angka penyebaran virus COVID-19, meskipun sebagian dari civitas akademika UII telah mendapat vaksin.

"Mungkin sedikit lebih aman karena mayoritas warga UII sudah divaksin, yang jadi problem adalah mahasiswa yang belum divaksin. Ini akan kami perhatikan dengan baik agar tidak menjadi masalah," ungkapnya.

Dekan Fakultas Kedokteran UII Linda Rosita mengatakan, protokol kesehatan harus tetap diperhatikan dalam kegiatan vaksinasi. Mulai dari Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Menghindari kerumunan, Mengurangi berpergian.

"Menghindari kerumunan juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan program vaksinasi UII. Poin ini harus ditegakkan, karena potensi penularan bisa sangat tinggi pada lingkungan yang berkerumun," tegasnya.

Baca Juga:Kuliah Tatap Muka di Sleman Diizinkan, Mahasiswa Wajib Penuhi Syarat Ini

Linda menambahkan, proses pasca vaksin akan berlangsung selama 2 pekan pertama. Penerima vaksin diwajibkan memperhatikan kondisi fisiknya selama kurun waktu tersebut.

"Apabila ada tanda-tanda reaksi vaksin yang mengganggu seperti bengkak, kemerahan, atau perdarahan di area penyuntikan, muntah, diare, pingsan, kejang, sesak napas. Maupun demam tinggi lebih dari satu hari, pembesaran kelenjar di ketiak atau bagian tubuh lain, lemah otot, penurunan kesadaran. Serta gejala lain yang sebelumnya tidak ada, maka penerima vaksin disarankan untuk dapat menghubungi fasilitas kesehatan terkait, untuk dapat menyampaikan keluhannya," tuturnya.

Kontributor : Uli Febriarni

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak