alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

BPBD Sleman Petakan Daerah Rawan Terdampak Siklon Seroja, Ini Daftarnya

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana Rabu, 07 April 2021 | 16:43 WIB

BPBD Sleman Petakan Daerah Rawan Terdampak Siklon Seroja, Ini Daftarnya
Bali terancam diterjang cuaca buruk karena ekor Siklon Tropis Seroja (Antara)

BPBD Sleman telah memetakan kawasan yang dianggap bakal terdampak siklon seroja

SuaraJogja.id -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman telah memetakan beberapa kawasan yang dianggap bakal terdampak oleh siklon Seroja. Kawasan di bagian selatan yang berbatasan dengan kabupaten dan kota lain akan menjadi skala prioritas.

Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono, mengatakan bahwa sebenarnya untuk dampak siklon seroja sendiri akan lebih banyak berpengaruh dari arah selatan.

"Kalau wilayah di Sleman itu ya yang rata-rata berbatasan dengan kabupaten atau kota, Bantul dan Kota Jogja. Untuk wilayah tersebut kita mendapatkan skala prioritas nanti kalau misalnya ada kejadian berarti pengerahan TRC dan komponen yang ada di BPBD ke arah sana," kata Joko saat dihubungi awak media, Rabu (7/4/2021).

Joko menjelaskan tidak menutup kemungkinan jika angin kencang yang biasa terjadi di Sleman berasal dari arah utara. Sehingga nantinya beberapa wilayah di Slemab bagian utara juga akan mendapat perhatian khusus.

Baca Juga: Lava Merapi Meluncur ke Tenggara, BPBD Sleman: Belum Ada yang Mengungsi

Disebutkan Joko beberapa wilayah yang mendapat perhatian khusus itu mulai dari Tempel ke arah selatan. Hingga nanti ke Seyegan, Sleman sampai ke Mlati.

"Jadi nanti dampak siklon itu seharusnya dari wilayah selatan. Berarti kita dari mulai Moyudan, terus ke timur Gamping, Depok, Kalasan, Berbah, Prambanan. Itu yang kemungkinan akan terdampak. Tapi kalau dari hasil pengamatan kita selama ini yang sering terjadi angin kencang itu dari Tempel ke arah selatan," terangnya.

Joko menyebut bahwa sejumlah baliho di jalan-jalan besar perlu untuk lebih diperhatikan keamanannya. Terkhusus bagi sejumlah kawasan di perkotaan semisal Depok, Kalasan dan Prambanan.

"Kemarin yang terjadi kan beberapa baliho sempat rusak, belum ambruk tapi rusak. Itu nanti kita mengantisipasi memberikan informasi ke BKAD untuk pemilik itu untuk distand by kan di sana," ucapnya.

Hal itu disebabkan BPBD Sleman tidak memungkinkan lagi untuk melakukan penanganan. Pasalnya jika nantinya baliho-baliho tersebut ambruk maka itu menjadi wilayah tanggungjawab oleh pemilik.

Baca Juga: Anggaran BPBD Sleman Dipangkas, Pembangunan Jalur Evakuasi Bencana Tertunda

"Jadi kita hanya akan membantu misalnya terjadi baliho ambruk terus menutup jalan itu nanti kita membantu menyingkirkan paling untuk memperlancar arus lalu lintas dulu. Nanti penanganan lebih lanjut itu akan dilakukan oleh pemilik baliho," jelasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait