2021 Bunuh Diri di Gunungkidul Tembus 16 Kasus, Bupati Akan Evaluasi Satgas

Sunaryanta menilai, satuan petugas (Satgas) Berani Hidup yang dibentuk oleh Pemkab Gunungkidul di masa pemerintahan sebelumnya bekerja tidak maksimal.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Jum'at, 16 April 2021 | 18:29 WIB
2021 Bunuh Diri di Gunungkidul Tembus 16 Kasus, Bupati Akan Evaluasi Satgas
Ilustrasi bunuh diri. (Shutterstock)

Terpisah, Kasubag Humas Porles Gunungkidul Iptu Suryanto menegaskan, berdasarkan data yang dimiliki, hingga April selama tahun 2021 ada 16 kasus gantung diri di Gunungkidul. Kondisi ini cukup memprihatinkan meskipun pihaknya sudah berusaha keras menanggulanginya.

"Kita sudah maksimalkan peran Babinkamtibmas untuk melakukan pendekatan dan pemantauan di masyarakat," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Mbah K ditemukan tergantung di  dapurnya pada Jumat dini hari saat waktunya makan sahur. Kapolsek Wonosari AKP Mugiman mengungkapkan, korban ditemukan gantung diri oleh anaknya, S (48).

Saat itu S hendak pergi ke dapur untuk memasak makanan sahur keluarganya. Sekitar pukul 03.30 WIB ia terbangun dan langsung pergi ke dapur.

Baca Juga:Studi: Magic Mushroom Bisa Rawat Depresi, Setara dengan Antidepresan

Namun sesampainya di dapur, ia melihat ibunya sudah tergantung di sebuah blandar (kuda-kuda), yang tingginya sekitar 220 cm.  Ia bergegas kembali ke kamarnya untuk memberitahu perisitiwa tersebut kepada suaminya. Keduanya lantas berteriak meminta tolong.

"Warga seketika itu langsung mendatangi lokasi kejadian," terangnya, Jumat (16/4/2021) pagi.

Peristiwa tersebut lantas dilaporkan ke Perangkat Desa setempat dan dilanjutkan ke Mapolsek Wonosari dan juga Koramil setempat. Sejurus kemudian, petugas Polsek Wonosari bersama dengan Petugas Puskesmas Wonosari I datang ke lokasi kejadian.

Petugas langsung mengevakuasi jasad korban dan memeriksa kondisinya. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan adanya bekas penganiayaan pada jasad korban, sehingga pihaknya menyimpulkan, korban meninggal murni karena bunuh diri.

"Jenazah langsung kami serahkan ke pihak keluarga untuk segera dimakamkan," ujarnya.

Baca Juga:Kisah Penyintas Depresi Pasca Melahirkan

Mugiman menyebutkan, berdasarkan keterangan keluarga korban, dalam 2 minggu terakhir korban sering mengeluh sakit di kepala alias pusing. Hasil dari pemeriksaan dari tim Medis Puskesmas Wonosari 1 pada jasad korban, memang tidak ada luka, lidah menjulur.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak