Belum Diizinkan Orang Tua, 5 Persen Siswa SMKN 1 Depok Masih Belajar Daring

Mulai hari ini sejumlah sekolah di DIY mulai uji coba pembelajaran tatap muka.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 19 April 2021 | 14:18 WIB
Belum Diizinkan Orang Tua, 5 Persen Siswa SMKN 1 Depok Masih Belajar Daring
Kepala SMKN 1 Depok, Suprapto saat ditemui wartawan, Senin (19/4/2021). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Sehingga secara maksimal ada 3 jam waktu yang disediakan untuk seluruh KBM tatap muka dalam sehari. Tatap muka tersebut dikhususkan bagi siswa kelas X dan XI.

"Kita juga bagi KBM ke dalam dua shif. Untuk shif siswa-siswi kelas X dimulai pukul 07.30-10.30 WIB. Lalu shif dua 08.30-11.30 WIB untuk siswa-siswi kelas XI," urainya.

Meski tidak ada screening Covid-19 baik melalui GeNose atau rapid tes antigen, kata Suprapto, screening dilakukan secara khusus oleh pihak sekolah. Dengan cara membagikan google form kepada para siswa.

Nantinya google form itu akan diisikan oleh masing-masing orang tua siswa. Guna mengetahui kondisi terakhir para siswa yang hendak mengikuti KBM tatap muka.

Baca Juga:DIY Mulai Uji Coba KBM Tatap Muka, Ini yang Dilakukan jika Ada Temuan Kasus

Jika memang siswa yang bersangkutan menunjukkan gejala sakit maka akan disarankan untuk tetap mengikuti pelajaran di rumah saja secara daring. Selain untuk siswa, kebijakan tersebut juga berlaku bagi para guru dan karyawan.

"Kami juga atur setiap meja di kelas sudah diberi nomor. Jadi kalau terjadi sesuatu tracingnya mudah. Deketnya siapa, sehingga nomor absen kami ikuti nomor yang ada di meja," tandasnya.

Sementara itu salah satu orang tua siswa, Nur Hamimah (40) mengaku telah memperbolehkan anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Menurutnya keputusan itu dibuat dengan mempertimbangkan pembelajaran jarak jauh selama ini.

"Kalau saya sudah perbolehkan. Ya karena sudah lama tidak sekolah. Belajar di rumah tidak semaksimal belajar di sekolah," terang perempuan asal Maguwoharjo, Sleman tersebut.

Ditanya terkait risiko yang ada, Nur menyakini bahwa pembelajaran tatap muka dapat diselenggarakan dengan aman dan nyaman. Ia juga selalu menekanakan kepada anaknya untuk tetap selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat dimanapun berada.

Baca Juga:9 Sekolah di DIY Mulai Uji Coba KBM Tatap Muka, Evaluasi Setiap Pekan

"Kita positif thinking aja, semoga risiko itu bisa ditekan seminimal mungkin. Intinya kita tetap menerapkan protokol kesehatan yang ditentukan dari manapun itu. Kita tekankan sedemikian rupa ke anak," tegasnya. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak