alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tercemar Limbah Tahu, Sendang Bersejarah di Gunungkidul Tercium Bau Busuk

Galih Priatmojo Sabtu, 08 Mei 2021 | 11:25 WIB

Tercemar Limbah Tahu, Sendang Bersejarah di Gunungkidul Tercium Bau Busuk
Sendang kemuning yang disebut sebagai sendang bersejarah di Gunungkidul tercemar limbah tahu. [Kontributor / Julianto]

bau busuk tercium dari sendang Kemuning yang diketahui merupakan sendang bersejarah

SuaraJogja.id - Sendang (Telaga) Kemuning rusak akibat limbah yang digelontor pabrik pembuat tahu melalui sungai kecil di samping sendang. Bau busuk yang sangat menyengat mengganggu kenyamanan warga sekitar dan juga kenyamanan siswa SD Negeri Soka di Kalurahan Wunung Kapanewonan Wonosari Gunungkidul.

Dukuh Soka I, Kasdi (33) lantas bercerita panjang lebar terkait dengan Sendang yang ternyata menyimpan sejarah bagi Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat. Bahkan Sendang tersebut dibangun permanen oleh pihak Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat karena dinilai sangat bersejarah.

Lokasi Sendang Kemuning ini berada tepat di belakang SD Negeri Soka. Ketika SuaraJogja.id mencoba berkunjung ke lokasi Sendang, suasana terasa sejuk, tiga pohon Resan besar yang berdiri, satu pohon Kepuh, Beringin dan Klampok, tampak angker menaungi lokasi sendang. 

Namun suasana sejuk langsung berubah saat mendekati lokasi sendang Kemuning, sebab bau busuk yang sangat menyengat menusuk hidung. Rasa nyamanpun akhirnya seketika hilang karena bau lindi air telah mencemari sendang tersebut.

Baca Juga: BBPOM Yogyakarta Sebut Cemilan Tradisional Gunungkidul Dianggap Berbahaya

Kasdi mengungkapkan bau busuk ini ternyata berasal dari sebuah sungai kecil di samping sendang, air yang mengaliri sungai kecil itu tampak berwarna hitam dan kotor. Air sendang yang tersisa sedikit  juga sudah berbau sama.

"Ini air limbah sisa pengolahan tahu, memang dibuang dan diarahkan ke sungai, melalui instalasi pralon pralon yang di arahkan langsung ke sungai. Dan ini sudah lebih dari 5 tahun, sungai ini berbau busuk, dan air sendang juga baunya tak ketulungan," terang Kasdi, Rabu(5/5/2021)

Air sungai yang tercemar ini, rembesannya akhirnya masuk ke sendang, sehingga air sendang berbau, jarak keduanya memang dekat, kurang dari 5 meter. Lokasi sendang Kemuning sendiri berada di perbatasan wilayah antara Padukuhan Soka dan Kalurahan Sodo, sungai kecil inilah yang menjadi perbatasannya.

Dukuh Kasdi menambahkan pencemaran ini sudah terjadi sejak tahun 2015, dan sampai saat ini belum ada solusi yang bisa ditempuh. Sehabis Lebaran, pihaknya akan mengupayakan lagi untuk mengatasi masalah tersebut.

"Kami juga sadar bahwa pabrik tahu juga sebagai bentuk usaha ekonomi masyarakat Sodo, tapi kami juga tidak bisa terus menerus harus menerima buangan limbah yang mencemari air dan menimbulkan bau yang menyengat," lanjut Kasdi

Baca Juga: Selama Ramadan, di Gunungkidul Sudah Ada 10 Sepeda Motor Hilang Dicuri

Akibat dari pembuangan limbah tahu tersebut, tidak hanya mencemari sungai kecil dan air sendang, tapi juga sangat dirasakan oleh anak anak sekolah dan guru SD Negeri Soka.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait