alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

BBPOM Yogyakarta Sebut Cemilan Tradisional Gunungkidul Dianggap Berbahaya

Galih Priatmojo Jum'at, 07 Mei 2021 | 11:24 WIB

BBPOM Yogyakarta Sebut Cemilan Tradisional Gunungkidul Dianggap Berbahaya
BBPOM Yogyakarta melakukan tes terhadap makanan tradisional Gunungkidul. [Kontributor / Julianto]

BPOM menemukan setidaknya ada 3 sampel yang positif mengandung Bleng atau Boraks.

SuaraJogja.id - Puli alias Kerupuk Gendar, cemilan ini adalah kerupuk tradisional di Gunungkidul menjadi makanan yang dianggap berbahaya untuk dikonsumsi oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta saat memantau kualitas makanan di Taman Kuliner Wonosari, Gunungkidul, Kamis (06/05/2021) sore.

Dalam razia ini, Kepala BBPOM Yogyakarta Dewi Prawitasari bersama anak buahnya mengambil 34 sampel makanan dari pedagang. Selain puli, Dewi juga mengambil sampel makanan seperti pempek, bakso, mi, tahu kuning, gorengan, hingga es buah. Namun hanya puli yang dipastikan mengandung bahan berbahaya.

"Persentasenya sekitar 8,8 persen dari keseluruhan sampel makanan yang diuji ada yang mengandung zat berbahaya" ujarnya kepada wartawan, Kamis (6/5/2021) petang.

Dewi menambahkan, setelah melakukan pengujian di tempat, ternyata BPOM Yogyakarta  menemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya. BPOM menemukan setidaknya ada 3 sampel yang positif mengandung Bleng atau Boraks. Ketiganya adalah puli atau yang sering disebut kerupuk gendar.

Baca Juga: Selama Ramadan, di Gunungkidul Sudah Ada 10 Sepeda Motor Hilang Dicuri

Menurut Dewi, secara kasat mata makanan yang mengandung boraks memiliki ciri tidak mudah hancur dan kenyal. Rasanya pun gurih dan asin, namun saat dikonsumsi akan menimbulkan efek kering di tenggorokan.

"Kami meminta pedagang bersangkutan untuk membuat surat pernyataan agar mereka tak lagi menjual makanan dengan kandungan berbahaya tersebut,"tambahnya.

Sehari sebelumnya, Tim gabungan yang dipimpin Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul memantau kualitas makanan di sejumlah toko kelontong pada Rabu (05/05/2021). Titik pemantauannya dilakukan di Kapanewon Karangmojo dan Semin.

Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty menyampaikan dalam pantauan ini pihaknya menemukan sejumlah makanan tak layak konsumsi. Adapun kondisinya beragam mulai dari kemasan yang rusak karena berkarat dan tak utuh bentuknya, hingga kadaluarsa.

"Kami juga menemukan sejumlah makanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya. Makanan ini pun diambil sebagai sampel untuk nantinya diuji di laboratorium,"ujarnya.

Baca Juga: Sepekan Jelang Lebaran, Ratusan Bus dari Jabodetabek Masuk ke Gunungkidul

Dewi mengatakan pihaknya sebatas memberikan teguran dan pembinaan pada para pedagang yang bersangkutan. Mereka terutama diminta untuk mengecek kondisi makanan hingga menyimpannya secara benar. Hasil uji laboratorium dari sampel makanan nantinya juga akan  diinfokan ke penjual.

Kontributor : Julianto

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait