alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Diduga Sindir Aksi Buruh 'Nasi Bungkus', Anggota DPRD Sleman Digeruduk FKBB

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora Minggu, 09 Mei 2021 | 18:20 WIB

Diduga Sindir Aksi Buruh 'Nasi Bungkus', Anggota DPRD Sleman Digeruduk FKBB
Tangkapan layar dugaan sindiran dari seorang anggota DPRD Sleman terhadap aksi Hari Buruh di Yogyakarta yang dinilai sepi. - (ist)

Dugaan sindiran yang dilontarkan oleh anggota dewan tersebut membuat FKBB meradang.

FKBB menilai pernyataan anggota dewan bernama Gustan Ganda tersebut mencoreng perjuangan buruh. Anggota dewan yang seharusnya menjadi wakil rakyat tak semestinya melontarkan pernyataan yang dinilai menyinggung para buruh.

Terpisah, Perwakilan FKBB dari Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Korwil DI  Dani Eko Wiyono mengaku bahwa dalam pertemuan lanjutan pada Kamis (6/5/2021), sejumlah buruh telah bertemu Gustan Ganda.

“Kamis sudah bertemu dengan anggota dewan ini, dia mengaku yang menulis unggahan tersebut dan tak bermaksud melukai hati buruh. Meski begitu pernyataan itu (sego bungkus) akan ditanggapi berbeda oleh orang lain. Maka kami meminta klarifikasi yang jelas agar ini tak terulang lagi,” terang Dani.

Sejumlah serikat buruh lainnya seperti Ketua FKBB Ruswandi, Sekretaris SBSI Korwil DIY Feldy Nata, dan sejumlah anggota serikat buruh lainnya mendesak agar Gustan membuat klasifikasi terhadap pernyataannya yang dianggap membuat gaduh.

Baca Juga: Hari Buruh, Pekerja Informal Desak Pemda DIY Buat Jaminan Perlindungan

“Kami meminta untuk segera melakukan klarifikasi pada postingan tersebut. Aksi pembagian takjil dan masker itu memiliki makna besar dan bentuk aksi buruh untuk peduli dengan masyarakat di tengah Bulan Ramadhan dalam situasi yang masih rawan terhadap Covid-19. Namun tercoreng karena pernyataan yang kami nilai menyinggung para buruh,” terang Dani.

FKBB juga berharap agar kejadian ini tak terulang, mengingat aksi para buruh ini bukan hanya untuk didengar oleh pemerintah. Namun juga harus menjadi pertimbangan karena roda perekonomian di Indonesia, mayoritas digerakkan oleh pekerja dan pegawai.

Hingga berita ini dibuat, janji anggota DPRD yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Sleman untuk membuat klarifikasi belum diwujudkan. Di media sosialnya, Twitter dan Facebook, ia juga belum membuat klarifikasi atas pernyataan yang menyinggung serikat buruh.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait