Anak TPA Masjid Al Azhar Lukis Batu Lalu Dijual, Hasilnya untuk Palestina

anak-anak TPA Melati Muda Masjid Al Azhar kumpulkan donasi untuk Palestina

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Sabtu, 22 Mei 2021 | 18:30 WIB
Anak TPA Masjid Al Azhar Lukis Batu Lalu Dijual, Hasilnya untuk Palestina
Kegiatan melukis batu yang akan digunakan sebagai donasi untuk Palestina oleh anak-anak TPA Melati Muda Masjid Al Azhar, di Suryowijayan, Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta pada Sabtu (22/5/2021). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

"Kedua memang ada pesan batu tentang perlawanan Palestina. Orang-orang Palestina menggunakan batu untuk menghalau Israel dengan perjuangan mereka. Seperti anak bangsa Indonesia dulu menggunakan bambu runcing, menggunakan bahan baku yang ada," tuturnya.

Batu yang sudah dilukis oleh anak-anak tersebut juga bisa digunakan di dalam berbagai kesempatan. Mulai dari hiasan meja tamu, penindih kertas printing di kantor dan sebagainya.

Sementara ini Zaeni menyebut belum menentukan harga jual dari lukisan di batu tersebut. Namun pada dasarnya, nominal itu akan dibuat seikhlasnya saja mengingat peruntukannya sebagai donasi.

Zaeni tidak hanya mengajak anak-anak untuk berkreasi untuk mengumpulkan donasi. Namun pihaknya juga memberikan pemahaman terkait kondisi yang dialami oleh anak-anak di Palestina.

Baca Juga:10 Ribu Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal Pasca Serangan Israel

"Jadi kami kemudian melakukan pendekatan bagaimana kalau anak-anak di sini menjadi anak Palestina. Misal mereka saat akhir ramadan kemarin kan terjadi insiden penyerangan ke Palestina. Sementara anak-anak di sini bisa tarawih, buka puasa, bersama keluarga dengan kondisi nyaman damai. Sedangkan anak-anak di Palestina mengalami kondisi yang sangat berat. Mereka harus kehilangan rumah, harus kehilangan rasa nyaman, kehilangan orang tuanya hingya menjadi yatim piatu," bebernya.

Pemahaman dan rasa kepedulian itu yang coba untuk dimunculkan kepada anak-anak. Kemudian harapannya muncul rasa simpati, empati dan bagaimana melakukan amal saleh dengan cara anak-anak.

Menurutnya, amal saleh dengan cara anak-anak itu yang penting. Sebab amal saleh itu tidak harus menjadi orang dewasa saja tepai anak-anak juga harus beramal saleh.

Kegiatan melukis batu yang akan digunakan sebagai donasi untuk Palestina oleh anak-anak TPA Melati Muda Masjid Al Azhar, di Suryowijayan, Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta pada Sabtu (22/5/2021). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]
Kegiatan melukis batu yang akan digunakan sebagai donasi untuk Palestina oleh anak-anak TPA Melati Muda Masjid Al Azhar, di Suryowijayan, Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta pada Sabtu (22/5/2021). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

"Insya Allah, ketika mereka tumbuh menjadi orang dewasa mereka mampu melakukan amal-amal saleh yang lebih besar," harapnya.

Disampaikan Zaeni, respon anak-anak sendiri terbilang sangat positif. Meskipun baru pertama kali melukis di atas batu dengan segala kesulitannya mereka tetap bersemangat mengikuti arahan yang diberikan.

Baca Juga:Pertikaian Palestina-Israel Menjalar ke Sekolah di Indonesia

"Anak-anak senang ya, Meskipun ini baru bertemu pertama kali dengan batu yang artinya bertemu batu untuk menggambar ya kan tingkat kesulitannya lebih tinggi tapi anak-anak berani. Mereka berani menuangkan warna, mencoret itu sudah bagus," imbuhnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak