Jumlah Menipis, Sepuluh Tahun Kedepan Petani Indonesia Terancam Punah

Sementara sisanya sekitar 10 juta petani sulit untuk berinovasi.

Galih Priatmojo
Kamis, 03 Juni 2021 | 18:51 WIB
Jumlah Menipis, Sepuluh Tahun Kedepan Petani Indonesia Terancam Punah
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian (kementan) RI, Dedi Nursyamsi usai bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dan Direktur Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Kamis (03/06/2021). [Kontributor / Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - Jumlah petani di Indonesia saat ini mencapai 38 juta orang Namun dari jumla tersebut, sekitar 70 persen diantaranya merupakan petani yang sudah berusia diatas 40-45 tahun.

Tanpa regenerasi petani, maka dikhawatirkan selama sepuluh tahun kedepan Indonesia kehabisan petani. Sebab sekitar 27 juta petani yang sudah tua tidak akan bisa bekerja karena sudah berusia lanjut.

Sementara sisanya sekitar 10 juta petani sulit untuk berinovasi. Keterbatasan tingkat pendidikan mempersulit mereka untuk mengembangkan sektor pertanian.

"Ternyata lebih dari 70 persen petani kita lulus sd (sekolah dasar-red), bahkan tidak lulus sd. Sudah umurnya tua, pendidikannya sd, bahkan tidak lulus, mana mungkin kita memberikan beban [pada mereka] untuk menyediakan pangan bagi seluruh rakyat indonesia," ungkap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian (kementan) RI, Dedi Nursyamsi usai bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dan Direktur Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Kamis (03/06/2021).

Baca Juga:4 Orang Pengedar Sabu di Jateng-DIY Diduga dari Sindikat Pengedar Narkoba Internasional

Karena itu Kementan mencoba mencari solusi untuk menambah jumlah petani-petani usia produktif atau milenial. Upaya tersebut harus dilakukan saat ini juga bila tidak ingin jumlah petani di Indonesia habis tanpa adanya regenerasi.

Regenerasi tersebut diarahkan pada penciptaan pengusaha muda di bidang pertanian. Anak-anak generasi milenial diajak mengembangkan kewirausahaan agar mereka bisa mengakses modal dan mengolah lahan pertanian dengan baik. Selain itu dikembangkan pendidikan vokasi dan magang kerja di Jepang.

"Mereka diajarkan bagaimana mengolah tanah, memilih varietas [tanaman] , kemudian mengolah, packaging hingga distribusi, termasuk membangun jejaring kerjasama agribisnis. Itu yang perlu kita lakukan, kalau tidak bahaya [kehabisan petani]," tandasnya.

Kementan selama lima tahun kedepan, lanjut Dedi mentargetkan mampu melahirkan 2,5 juta petani milenial. Diharapkan mereka mampu berperan dalam mengembangkan dunia pertanian yang semakin maju. Dengan demikian tercipta sistem jaringan agribisnis yang menjamin kesinambungan dunia pertanian dalam berbagai komoditas dan industri kreatif.

Kementerian tersebut menggandeng perguruan tinggi dan sekolah-sekolah vokasi dalam mendidik petani milenial. Sepuluh UPT unit pendidikan Kementan akan bekerjasama dengan 28 perguruan tinggi yang memiliki fakultas pertanian serta 100 sekolah vokas di tingkat SMK.

Baca Juga:Polres Sleman Ungkap Peredaran Sabu Terbesar di DIY, Barang Bukti Capai 4 Kg Sabu

"Itu yang harus kita bangun bersama antara pemerintah pusat dan daerah di lokasi masing-masing dalam menciptakan petani milenial,. Diharapkan lima tahun kedepan petani milenial bisa menumbuhkan bahkan menciptakan lapangan kerja sendiri," tandasnya.

Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti mengungkapkan Kementan juga menggandeng pesantren-pesantren dalam mendidik santrinya di bidang pertanian. Dengan demikian mereka bisa menjadi santri-santri tani milenial.

"Potensinya sebenarnya banyak sekali untuk generasi muda terjun menjadi petani, apalagi mereka ingin segera berwirausaha selepas lulus sekolah," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak