alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Selain Klaster Pabrik Tas, Jumlah Pasien Covid-19 di PLayen Melonjak dari Klaster Takziah

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana Selasa, 08 Juni 2021 | 19:58 WIB

Selain Klaster Pabrik Tas, Jumlah Pasien Covid-19 di PLayen Melonjak dari Klaster Takziah
Ilustrasi Covid-19. (Pexels)

Jumlah pasien positif di wilayah ini mencapai 30 orang dan tersebar di beberapa pedukuhan.

SuaraJogja.id - Jumlah pasien positif Covid-19 di wilayah Kapanewon Playen melonjak drastis pada Selasa (8/6/2021) ini. Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Selasa petang, menyebutkan, selain klaster yang berjumlah 26 orang, ada penambahan puluhan orang dari beberapa tempat yang berbeda.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty menuturkan, hari ini di jumlah pasien positif Covid-19 di Gunungkidul bertambah 48 orang. Sebanyak 32 orang di antaranya berasal dari Playen. Paling banyak tercatat adalah berasal dari Kalurahan Dengok.

"Untuk klaster pabrik tas total ada 26 orang. Di luar itu masih kita telusuri," ujar Dewi, Selasa malam.

Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi menyebutkan, pasien positif Covid-19 di Dengok cukup banyak. Dari data yang berhasil dihimpun oleh anak buahnya, Hajar mengatakan, jumlah pasien positif di wilayah ini mencapai 30 orang dan tersebar di beberapa pedukuhan.

Baca Juga: Pemerintah Kehabisan Dana, Pembayaran Hotel Pasien Covid di Jakarta Disetop Mulai 15 Juni

Dalam catatannya, hari ini ada penambahan 6 orang positif di Dengok II RT 07 dan 08. Dengok II RT 07/02 jumlah 6 orang ada di 3 rumah dan 2 orang di 1 rumah. Dengok II RT 08/02 jumlah 11 orang ada di 4 rumah dan 4 orang di 4 rumah. Dengok II RT 05/02 jumlah 4 orang di 1 rumah.

Di Dengok III RT 09/03 jumlah 1 orang, Dengok I RT 02/01 jumlah 1 orang di 1 rumah dan Dengok III RT 10/03 jumlah 1 orang di rawat di RS Panti Rahayu. Sebagian besar dari mereka memang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Total dalam catatan kami ada 30 orang warga Dengok yang positif Covid-19," ungkap Hajar.

Lurah Dengok Suyanto mengungkapkan, penularan Covid-19 di wilayahnya dipicu kejadian saat seorang warga yang meninggal dan baru diketahui positif Covid-19 beberapa hari setelah dikuburkan. Dari warga yang meninggal tersebut, setidaknya ada 9 Kepala Keluarga yang terpapar dan terpaksa isolasi mandiri.

"Tidak hanya dari satu orang yang meninggal itu. Kebetulan ada keluarga yang suaminya TBC dan batuk pilek. Kemudian istrinya diperiksa positif," ungkap Suyanto.

Baca Juga: Edy Rahmayadi Ingatkan RS di Sumut Sediakan 30 Persen Ruang Isolasi Covid-19

Suyanto menambahkan, dari klaster kematian tersebut, ada 9 KK yang terpapar. Secara keseluruhan di Dengok ada 12 KK dari 24 jiwa yang melaksanakan isolasi mandiri dan 1 KK yang isolasi di rumah sakit.

Kontributor : Julianto

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait