alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sempat Terjadi Antrean di IGD RS Panembahan Senopati, Ini Kata Pihak RS

Galih Priatmojo | Mutiara Rizka Maulina Kamis, 17 Juni 2021 | 21:14 WIB

Sempat Terjadi Antrean di IGD RS Panembahan Senopati, Ini Kata Pihak RS
Gerbang depan RSU Panembahan Senopati Bantul - (SuaraJogja.id/Mutiara Rizka)

Pemkab Bantul upayakan tambahan ranjang dan fasilitas untuk memperlancar operasional rumah sakit

SuaraJogja.id - Belum lama ini muncul keluhan masyarakat mengenai antrean yang terjadi di ruang IGD rumah sakit rujukan RS Panembahan Senopati Bantul.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Humas Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul Siti Rahayuningsih mengatakan jika saat ini IGD di tempatnya sudah kembali berjalan normal.

Ia mengatakan memang sempat terjadi penumpukan pasien di IGD. Bahkan lantaran adanya situasi tersebut, pihaknya sempat tidak menerima pasien rujukan.

"IGD tidak tutup, tetap beroperasi hanya tidak menerima rujukan," kata Siti saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (17/6/2021).

Baca Juga: Arus Sungai Deras, Tiang di Jembatan Kenet Imogiri Rusak

Sementara itu, menanggapi adanya lonjakan kasus covid-19, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja telah meminta rumah sakit untuk meningkatkan kapasitas tempat tidurnya. Rencananya untuk Rumah Sakit Panembahan Senopati (RSPS) Senin (21/6/2021) mendatang akan menambah 18 ranjang untuk perawatan pasien covid-19.

"Nanti untuk kebutuhan akan selalu kita tingkatkan untuk kapasitas tempat tidurnya," kata Agus saat ditemui di Gedung Induk Pemkab Bantul.

Pemerintah daerah juga telah berkomunikasi dengan seluruh kepala kalurahan dan kapanewon untuk mengoptimalkan penggunaan shelter desa sehingga ketersediaan tempat tidur bisa bertambah.

"Sebetulnya kita sudah punya 300 tempat tidur untuk level kabupaten. Kemudian masih ada shelter-shelter desa tadi masih ada sekitar 260," imbuhnya.

Meski terjadi peningkatan kasus, namun lanjut Agus, angka kematiannya masih berada di rata-rata 2,8 dengan rentang usia di atas 55 tahun. Kebanyakan tambahan pasien sendiri memiliki gejala ringan hingga berat, mulai dari flu hingga sesak napas. Namun, Agus menegaskan jika sampai saat ini kebutuhan oksigen masih tercukupi.

Baca Juga: Juli Didominasi Klaster Keluarga, Satgas Covid-19 Bantul Antisipasi Hajatan

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait