Penambahan Covid-19 di DIY Tembus 1.615 Kasus, Diprediksi Belum Puncak Penularan

Epidemiolog UGM Riris Andono Ahmad memprediksi, penambahan kasus yang signifikan ini belum mencapai puncak.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Minggu, 04 Juli 2021 | 18:10 WIB
Penambahan Covid-19 di DIY Tembus 1.615 Kasus, Diprediksi Belum Puncak Penularan
Ilustrasi Covid-19.(Pixabay/fernandozhiminaicela)

SuaraJogja.id - Penambahan kasus Covid-19 di DIY kembali mencatatkan rekor baru. Kalau pada Sabtu (3/7/2021), Satgas Penanganan Covid-19 DIY mencatat ada tambahan 1.358 kasus baru, maka angka tersebut kembali naik menjadi 1.615 kasus pada Minggu (4/7/2021).

Dengan penambahan yang signifikan tersebut, maka total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di DIY sudah mencapai 65.249 kasus. Selain Kulon Progo, empat kabupaten/kota lain mencatatkan penambahan diatas 300 kasus.

Bantul menambah kasus paling banyak yang mencapai 422 kasus. Disusul Gunungkidul dengan 406 kasus, Kota Yogyakarta 383 kasus, dan Sleman 308 kasus. Sedangkan Kulon Progo mencatatkan 96 kasus baru.

Epidemiolog UGM Riris Andono Ahmad memprediksi, penambahan kasus yang signifikan ini belum mencapai puncak. Dimungkinkan penambahan masih akan kembali tinggi beberapa hari ke depan.

Baca Juga:Bukan Hanya Urusan Oksigen, RSUP Dr Sardjito Berjibaku Tambah SDM

"Kemungkinan belum [sampai puncak penularan]. Kita [hari ini] masih memanen dari penularan minggu yang lalu," ujarnya.

Namun, Riris belum bisa memastikan tingginya penularan karena munculnya varian baru Covid-19. Sebelum ada bukti whole genome sequencing, maka tidak bisa disimpulkan tingginya penularan akibat varian baru tersebut.

Terkait masih tingginya mobilitas kendaraan bermotor di sejumlah titik di DIY pada PPKM Darurat ini, Riris mengungkapkan, kondisi tersebut belum bisa dianggap sebagai penyebab PPKM Darurat tidak efektif nantinya. Ada faktor lain yang juga menjadi indikatornya.

"Kuncinya bukan pada banyak sedikitnya kendaraan di jalan semata, tetapi tujuan dari mobilitas tersebut. Kalau ternyata tujuan mobilitas itu menyebabkan terjadinya kerumunan, itu yang menyebabkan terjadinya penularan," tandasnya.

Sementara terkait kasus meninggal, tercatat ada tambahan 38 kasus. Dengan demikain total kasus meninggal di DIY menjadi 1.694 kasus.

Baca Juga:Krisis Oksigen dan Puluhan Pasien Meninggal, Warganet Semangati Sardjito dan Jogja

Untuk penambahan kasus sembuh, tercatat sebanyak 524kasus. Total sembuh di DIY menjadi 50.199 kasus.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak