alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bertambah, Sudah 3 Warga Gunungkidul yang Meninggal Bunuh Diri Selama PPKM Darurat

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana Kamis, 15 Juli 2021 | 10:40 WIB

Bertambah, Sudah 3 Warga Gunungkidul yang Meninggal Bunuh Diri Selama PPKM Darurat
Ilustrasi gantung diri (Shutterstock)

Dalam catatan Polres, kasus pertama bunuh diri di Gunungkidul pada bulan Juli ini terjadi pada 3 Juli 2021.

SuaraJogja.id - Setidaknya sudah ada 3 warga Kabupaten Gunungkidul yag melakukan aksi bunuh diri selama masa PPKM Darurat sejak 3 Juli 2021 yang lalu. Secara keseluruhan, hingga pertengahan bulan Juli ini sudah ada 27 kasus bunuh diri di Gunungkidul selama 2021.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto mengakui, selama Juli 2021 ini sudah ada 3 orang warga Gunungkidul yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Dalam catatan Polres, kasus pertama bunuh diri di bulan Juli ini terjadi pada awal pemberlakuan PPKM Darurat, 3 Juli 2021.

"Kita semua prihatin dengan banyaknya angka bunuh diri ini," paparnya.

Kasus pertama pada 3 Juli 2021 lalu dialami KS (80), warga Pedukuhan Gangsalan Lor, Kalurahan Nglindur, Kapanewon Girisubo. Tubuhnya ditemukan tergantung di Alas Goa Baron wilayah Kalurahan Nglindur. KS ditemukan di dalam gubuk milik salah satu tetangganya.

Baca Juga: 4 Cara Membantu Orang Terdekat yang Telah Didiagnosis Depresi

Kemudian kasus kedua terjadi pada Minggu, 11 Juli 2021. Warga Pedukuhan Pesawahan, Kalurahan Jati Ayu, Kapanewon Karangmojo, YM, yang berumur 64 tahun, ditemukan gantung diri di pohon jambu monyet dekat rumah. YM diduga nekat bunuh diri karena menderita sakit katarak.

"Kasus yang terakhir adalah kasus tadi pagi di Kapanewon Semin," ujarnya.

Suryanto mengakui bahwa angka bunuh diri tahun ini ini memang cukup tinggi dibanding dengan rata-rata tahun sebelumnya. Pihaknya selama ini mencatat, rata-rata kasus bunuh diri di kabupaten Gunungkidul dalam setahun hanya sekitar 30 kasus.

Terpisah, Kapolsek Semin AKP Arif Heryanto membenarkan bahwa ada warganya yang meninggal karena gantung diri. D, lelaki berumur 83 tahun ini, ditemukan meninggal gantung diri di teras rumahnya yang berada di Pedukuhan Karang, Kalurahan Karangsari, Semin, Kamis (15/7/2021) sekitar pukul 05.00 WIB.

"Aksi bunuh diri ini pertama kali diketahui oleh Yu (60), anak dari D," ungkap Arif.

Baca Juga: 10 Manfaat Jus Tomat untuk Kesehatan: Turunkan Kolesterol Hingga Redakan Depresi

Sekira pukul 05.00 WIB setelah salat Subuh, wanita ini berniat membuatkan minum pagi untuk ayahnya, D. Saat itu, Yu mendapati pintu rumah ayahnya sudah dalam keadaan terbuka. D tinggal sendiri di rumah dan bertetangga dengan anaknya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait