Tanggulangi Kelangkaan, 3 Generator Oksigen Siap Dibangun di DIY

Ketua Satgas Oksigen Pemda DIY Tri Saktiyana menyebutkan, Kabupaten Bantul telah mengupayakan pembangunan generator oksigen tersebut beberapa waktu lalu.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 27 Juli 2021 | 14:40 WIB
Tanggulangi Kelangkaan, 3 Generator Oksigen Siap Dibangun di DIY
ilustrasi tabung oksigen, masker oksigen. (Dok. Envato)

Oksigen generator sendiri bekerja dengan cara memurnikan oksigen dari udara bebas menjadi oksigen medis yang berkadar di atas 90 persen. Lalu nantinya akan dimasukan ke dalam tabung yang tersedia di berbagai ukuran.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan membangun instalasi generator oksigen berkapasitas kecil dalam waktu dekat.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menuturukan pembangunan instalasi generator oksigen tersebut di Sleman merupakan suatu kebutuhan mendesak. Mengingat masih tingginya angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang tidak seiring dengan meningkatnya pemakaian tabung oksigen.

“Alat ini nanti akan dioperasionalkan hanya untuk memenuhi kebutuhan oksigen di RS Darurat Covid-19 di Sleman,” kata Kustini.

Baca Juga:Sleman Bangun Istalasi Generator Oksigen Senilai Rp1,9 Miliar, Operasional Mulai Agustus

Kustini menjelaskan nantinya generator oksigen berkapasitas kecil ini akan ditempatkan di RS Darurat Covid-19 Respati. Terkait kapasitas produksi sendiri, lanjut dia setidaknya setiap hari dapat mengisi sebanyak 60 tabung berukuran besar dengan ukuran 3 hingga 4 liter.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, kebutuhan oksigen di Kabupaten Sleman mencapai 10.000 ton yang tersebar pada 27 rumah sakit rujukan Covid-19. Jumlah tersebut sudah termasuk kebutuhan oksigen medis jenis likuid dan tabung.

Disebutkan Kustini, kondisi oksigen likuid di sejumlah rumah sakit rujukan saat ini masih tercukupi. Walaupun memang ketika berbicara soal pasokan untuk oksigen tabung yang ada masih tergolong fluktuatif.

Kendati begitu, kata Kustini, langkah tersebut harus tetap diambil guna terus mengupayakan ketersediaan oksigen di Bumi Sembada tetap stabil.

“Kita rencanakan operasional di pertengahan Agustus. Saat ini masih dalam tahap pengadaan dann pembelian ini [genetor oksigen] menggunakan anggaran BTT [Belanja Tidak Terduga],” tuturnya.

Baca Juga:Warga Antre Berjam-jam hingga ke Luar Kota, Febfi Tergerak Bantu Atasi Kelangkaan Oksigen

Kustini berharap dengan upaya tersebut dapat segera membantu menyelesaikan masalah kelangkaan oksigen di Kabupaten Sleman. Di samping itu agar dapat terus menekan angka kematian yang disebabkan kurangnya pasokan oksigen.

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak