"Akhirnya gua mutusin ikut program Paket C (setara SMA). Gua daftar dan biayain diri sendiri dengan cara nyicil tiap bulannya.
Bener ya, cara orang dapetin keinginannya pasti beda-beda," terang dia.
Dirinya pun menemui kendala dalam mengatur waktu antara kerja dan sekolah karena jadwal belajar Sekolah Paket C adalah Sabtu dan Minggu, tetapi libur kerjanya Senin.
Namun, ia masih bisa bersyukur, ketika mendapat shift kerja sore, Miftahul Jannah menyempatkan belajar selama satu hingga dua jam di sekolah.
Perjuangannya sekolah Paket C sambil bekerja itu pun berbuah manis. Ia akhirnya lulus dan mendapatkan ijazah.
Baca Juga:Heboh Pulsa di Ponsel Jadul Ada Rp 250 Juta, Warganet: Bisa Nelpon Sampai Mulut Berbusa
"Walaupun waktunya lebih singkat dari sekolah formal, gua tetep bangga dan bersyukur karna bisa lulus sekolah setara SMA.
Berjuang bareng mereka ngebuat gua sadar bahwa bukan cuma gua doang yang kurang beruntung di dunia ini. Justru gua salah satu orang yang kuat diantara mereka," kenang Miftahul Jannah.
Dari pengalaman itu, dirinya belajar untuk selalu menerima dan menjalani kehidupan meskipun berat serta tetap bersyukur dan berterima kasih pada diri sendiri.
"Selamanya gua harus bersyukur dan berterima kasih sama diri gua sendiri karna udah kuat dan bisa nerima suratan takdir yang dikasih sama Allah.
Hidup gak segampang yang kita mau dan hidup gak sesulit yang kita takutin.
Jalanin aja dulu..." kicaunya.
Dengan ijazah setara SMA yang sudah ia miliki, seharusnya Miftahul Jannah bisa mendaftar kuliah.
Namun, kali ini ia mengakui harus bersabar karena pandemi Covid-19 menjadikannya pengangguran, sehingga tak ada biaya untuk kuliah.
Baca Juga:Ditonton 11 Juta Kali, Viral Testimoni Wanita Nikahi Sahabat: Jadi Geli Sendiri
"Buat biaya makan sehari-hari aja susah.
Sabar mif, sabar.......pasti bakal ada jalannya," tulis Miftahul Jannah.