Vaksinasi di DIY Baru Terpusat di Perkotaan, Pemda Didesak Fokus ke Desa

vaksinasi di DIY belum menyasar hingga ke kawasan desa

Galih Priatmojo
Kamis, 05 Agustus 2021 | 08:25 WIB
Vaksinasi di DIY Baru Terpusat di Perkotaan, Pemda Didesak Fokus ke Desa
Vaksinasi untuk pelaku wisata di Hutan Pinus Mangunan, Kapanewon Dlingo, Bantul pada Rabu (28/7/2021). (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

SuaraJogja.id - DPRD DIY mendesak Pemda untuk melaksanakan program vaksinasi COVID-19 secara merata. Sebab saat ini vaksinasi lebih banyak terpusat di kawasan perkotaan seperti di Kota Yogyakarta dan Sleman.

Sedangkan di Gunungkidul, Bantul dan Kulon Progo, program vaksinasi belum menyasar secara menyeluruh hingga ke tingkat desa. Meski hingga saat ini Pemda DIY mengklaim vaksinasi COVID-19 sudah menyasar ke 1,7 juta warga DIY untuk dosis pertama dan sekitar 500 ribu warga sebagai penerima vaksin dosis kedua.

"Kita lihat capaian vaksinasi di kota dan sleman jauh lebih tinggi dibandingkan [kabupaten] lainnya. Kemudian kulon progo, gunung kidul dan bantul masih kecil," ungkap Wakil DPRD DIY, Huda Tri Yudiana usai penyerahan hibah koperasi kepada kalurahan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (04/08/2021) sore.

Menurut Huda, vaksinasi yang diselenggarakan di kawasan perkotaan selama ini lebih banyak berdasarkan pada kelompok dan organisasi. Sedangkan masyarakat di tingkat desa dan kalurahan tidak banyak terlibat dalam kelompok komunitas maupun organisasi tersebut.

Baca Juga:BNNP DIY Butuh Waktu 2 Bulan untuk Tangkap Sopir Truk yang Edarkan Sabu Seberat 49,56 gram

"Karenanya satgas covid-19 mestinya bisa melaksanakan program serupa lebih merata ke tingkat desa dan kalurahan-kalurahan," ungkapnya.

Sementara Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengungkapkan Pemda DIY sedang melakukan percepatan vaksinasi di seluruh kabupaten/kota. Harapannya tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19 lagi.

"Ini yang kita jaga disitu, [pembatasan] mobilitas dijalani, penyekatan dijalankan dan kita dilakukan percepatan vaksinasi," ujarnya.

Pemda juga terus melakukan tracing dan testing bagi kontak erat pasien COVID-19. Hal ini dilakukan untuk menurunkan positivity rate. Saat ini testing yang dilakukan DIY sekitar 6.000-7.000 untuk PCR per hari.

"Sampai sekarang kasus [positif] masih fluktuatif. Makanya kita bentuk jaga warga yang memberitahu agar bisa saling menjaga agar tidak terjadi penularan [covid-19], kalau tidak ya akan fluktuatif terus," imbuhnya.

Baca Juga:Sempat Kehabisan, DIY Dapat Tambahan 167 Ribu Lebih Dosis Vaksin Covid-19

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak