Pemerintah Dorong UMKM Go Digital, Target 30 Juta UMKM Terhubung Platform Digital di 2024

Teten tidak menampik bahwa pandemi turut mendorong akselerasi UMKM untuk akhirnya go digital.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Sabtu, 14 Agustus 2021 | 15:15 WIB
Pemerintah Dorong UMKM Go Digital, Target 30 Juta UMKM Terhubung Platform Digital di 2024
Teten Masduki Menteri Kementerian Koperasi dan UKM (Dok. Humas KemenKopUKM)

SuaraJogja.id - Pemerintah menyatakan tidak semua pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terdampak pandemi Covid-19. Sejumlah UMKM yang bisa beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi digital malah justru tumbuh secara signifikan.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan memang terdapat sejumlah sektor di UMKM yang terdampak dari pandemi Covid-19 ini.

Di antaranya UMKM yang terkait dengan kegiatan perkantoran, sekolah, industri. Hal itu disebabkan karena pemberlakukan kebijakan WFH oleh pemerintah. Usaha yang terhenti itu sendiri kebanyakan berasal dari sektor makan dan minuman.

"Ada juga UMKM yang masih bisa berjualan namun omzetnya turun. Di luar itu ada yang tumbuh, yakni UMKM yang terhubung ke platform digital,” kata Teten dalam webinar "Mendorong Transformasi Digital UMKM Melalui E-Commerce", yang tayang di channel YouTube tempo.co, Sabtu (14/8/2021).

Baca Juga:Pontianak PPKM Level 3, Pelaku Usaha Diminta Manfaatkan Peluang

Teten tidak menampik bahwa pandemi turut mendorong akselerasi UMKM untuk akhirnya go digital.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Indonesian E-Commerce Association (idEA) tercatat sebelum pandemi hanya 8 juta UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital. Namun hanya dalam kurun waktu 1,5 tahun ini jumlah itu bertambah menjadi 14,6 juta UMKM atau sekitar 22 persen.

"Jadi ini hampir 6,6 juta pertambahannya dalam waktu 1,5 tahun. Karena ada situasi yang mendorong mereka harus segera adaptasi dan transformasi ke digital. Target kita nanti di 2024 ini ada 30 juta UMKM yang terhubung ke platform digital," tegasnya.

Diharapkan Teten, pihak-pihak e-commerce pun harus dapat membantu UMKM yang memang memiliki keterbatasan dari segi modal. Setidaknya untuk melakukan market intelligence sehingga dapat menentukan peluang pasar, strategi penetrasi pasar, serta pengembangan pasar yang kuat.

Selain itu Teten juga meyakini bahwa vaksinasi menjadi kunci utama untuk bisa mendukung pemulihan ekonomi.

Baca Juga:Pemkot Medan Sebut Sistem OSS Permudah Izin Investasi di Daerah

"Kuncinya pemulihan ekonomi ini adalah vaksinasi. Saya kira kalau vaksinasi mendekati ideal dari segi prosentase jumlah orang Indonesia yang tervaksinsi termasuk para pelaku usahanya, saya kira ini akan membuat kegiatan ekonomi bisa berangsur-angsur pulih," tandasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak