Yogyakarta Membeku? BMKG Ungkap Biang Kerok Suhu Dingin Ekstrem Akhir-Akhir Ini

Perubahan arah ini terjadi minimal 120 derajat dan berpengaruh besar terhadap pola cuaca.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 10 Juli 2025 | 17:16 WIB
Yogyakarta Membeku? BMKG Ungkap Biang Kerok Suhu Dingin Ekstrem Akhir-Akhir Ini
Ilustrasi dingin (pexels.com/@ClemOnojeghuo)

SuaraJogja.id - Masyarakat di Yogyakarta dan sekitarnya mulai merasakan suhu udara yang lebih dingin dari biasanya dalam beberapa waktu terakhir.

Suhu udara yang dingin itu terutama terjadi pada malam hingga dini hari.

Fenomena ini rupanya bukan tanpa sebab. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa penyebab utamanya adalah angin musiman dari selatan yang mulai kembali menguat.

"Untuk suhu udara yang dingin akhir-akhir ini karena sudah mulai menguatnya monsun Australia," kata Analisis Cuaca Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Yudhit Adiyatma, saat dikonfirmasi, Kamis (10/7/2025).

Baca Juga:Dari TKI Ilegal ke Kurir Sabu Tisu Basah, Tato Artis Jadi Pintu Masuk Sindikat Internasional

Disampaikan Yudhit, angin monsun atau angin musim merupakan angin skala regional yang berubah arah secara periodik setiap enam bulan sekali.

Perubahan arah ini terjadi minimal 120 derajat dan berpengaruh besar terhadap pola cuaca di wilayah yang dilaluinya, termasuk Indonesia.

"Indonesia terkena dampak dari dua tipe angin monsun, yaitu Monsun Timuran [Monsun Australia] dan Monsun Baratan [Monsun Asia]," ucapnya.

Saat ini, kata Yudhit, yang sedang aktif adalah Monsun Australia. Angin ini umumnya bertiup dari arah timur hingga tenggara dan terjadi antara bulan April hingga Oktober setiap tahunnya.

"Angin monsun timur ini kebalikan dari angin monsun barat. Angin ini bertiup dari arah timur menuju barat, dari Benua Australia [tekanan tinggi] menuju Benua Asia [tekanan rendah]. Biasanya terjadi saat musim kemarau," terangnya.

Baca Juga:Sekolah Swasta Jogja Siap Gratiskan Pendidikan, Asal... Dana Pemerintah Harus Cukup

Dia bilang karakter udara yang dibawa Monsun Australia ini cendurung kering, sejuk dan minim kelembapan. Hal itu sebagai pertanda musim kemarau di Indonesia.

"Bayangkan rambut kita yang kering setelah berenang di laut, begitulah udara yang dibawa oleh angin monsun timur. Angin Monsun Timuran ini adalah indikator musim kemarau bagi wilayah Indonesia," tambahnya.

Sebaliknya, saat peralihan ke musim hujan nanti, giliran Monsun Asia yang akan aktif diperkirakan dari Oktober hingga April mendatang.

Angin ini bertiup dari arah barat menuju timur, dari Benua Asia bertekanan tinggi ke Benua Australia bertekanan rendah.

"Biasanya terjadi saat musim hujan. Angin monsun ini membawa uap air seperti membawa ribuan ember air yang siap tumpah menjadi hujan yang banyak. Angin monsun Baratan ini adalah indikator musim hujan bagi wilayah Indonesia," terangnya.

Sementara untuk di wilayah Kulon Progo sendiri, suhu udara dalam 24 jam terakhir tercatat berada dalam rentang 20,1 derajat Celcius pada malam hari hingga maksimum 29,1 derajat Celcius di siang hari.

Penurunan suhu minimum inilah yang dirasakan cukup signifikan oleh masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak