Update Merapi Sepekan: Intensitas Awan Panas Turun, Guguran Lava Masih Ratusan Kali

aktivitas Gunung merapi dalam sepekan terakhir masih terjadi guguran lava

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 27 Agustus 2021 | 19:31 WIB
Update Merapi Sepekan: Intensitas Awan Panas Turun, Guguran Lava Masih Ratusan Kali
Gunung Merapi kembali keluarkan awan panas pada Selasa (17/8/2021) pagi. (Dokumentasi: BPPTKG).

SuaraJogja.id - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus berlangsung. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat ratusan guguran lava dan sejumlah awan panas dalam sepekan terakhir.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan aktivitas tersebut tercatat tepatnya pada periode 20-26 Agustus 2021. Tercatat dalam minggu ini intensitas kemunculan awan panas kembali menurun secara drastis.

"Pada minggu ini terjadi hanya ada 2 kali awan panas guguran ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter," kata Hanik dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/8/2021).

Jika pada periode seminggu sebelumnya terjadi hingga puluhan kali awan panas yang mengakibat munculnya hujan abu di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Kali ini tidak ada laporan hujan abu di sejumlah wilayah tersebut.

Baca Juga:Kasus Positif Covid-19 di DIY Bertambah 795 orang, Paling Banyak dari Sleman

Sementara itu untuk guguran lava pada pekan ini tercatat tetap keluar sebanyak ratusan kali. Arah guguran juga hanya mengarah ke barat daya saja.

"Guguran lava teramati sebanyak 211 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter," tuturnya.

Hanik menjelaskan teramati adanya perubahan morfologi pada kubah lava barat daya. Dalam pengamatan terbaru itu ketinggian kubah di sektor barat daya itu bertambah sekitar 3 meter.

"Sedangkan kubah tengah relatif tetap. Volume kubah lava barat daya sebesar 1.400.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.831.000 meter kubik," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Hanik, dari hasil pengambilan foto udara dengan drone yang dilakukan pada tanggal 25 Agustus 2021 kemarin. Menunjukkan bahwa secara umum morfologi kedua kubah relatif tetap.

Baca Juga:Bupati Sleman Siapkan Skenario Uji Coba Pembukaan Destinasi Wisata

"Perubahan morfologi terjadi pada bagian atas kubah lava barat daya, tepatnya pada lokasi ekstrusi magma aktif saat ini," terangnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak