Warga Gayamharjo Temukan Situs Diduga Stupa Candi, Begini Penjelasan BPCB Yogyakarta

Azzah membenarkan bahwa situs diduga stupa candi itu berkaitan dengan ajaran agama Buddha.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 02 September 2021 | 19:38 WIB
Warga Gayamharjo Temukan Situs Diduga Stupa Candi, Begini Penjelasan BPCB Yogyakarta
Struktur batuan yang diduga sebagai stupa candi di Bukit Mintorogo, Dusun Gayam, Desa Gayamharjo, Prambanan, Sleman - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

"Di sana juga ada beberapa bangunan stupa ya, misalnya ada Stupa Dayagiri, Sumberwatu, lalu ada stupa yang saat ini sedang kami lakukan studi-studi yang nantinya akan kita coba untuk rekonstruksi. Dulu ada juga Stupa Dawangsari," terangnya.

Pegiat cagar budaya Hari Wahyudi, yang sebelumnya telah meneliti temuan tersebut, menyampaikan, bangunan itu diperkirakan sudah dibangun pada abad 8 M hingga 10 M.

Ketua Pengelola Bukit Mintorogo, Brewok - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)
Ketua Pengelola Bukit Mintorogo, Brewok - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

"Ini kalau dari bentuknya hampir sama dengan dataran Prambanan semua. Dari abad 8-10 M secara keilmuan ini. Jadi bentuknya stupa tunggal," kata Hari.

Menilik dari lokasi penemuan situs bersejarah ini yang berada di perbuktian Prambanan, Hari menyebut bahwa situs ini sebagai yang tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal itu juga telah dibuktikan dengan pengukuran yang dilakukan sebelumnya.

Baca Juga:Legenda Batuan Stupa di Perbukitan Prambanan, Pertapa Sering Temukan Kejadian Mistis

"Kalau kemarin diukur itu 414 mdpl. Sementara ini menjadi situs candi mataram kuno tertinggi di Yogyakarta," ujarnya.

Ketua Pengelola Bukit Mintorogo, Brewok, mengatakan, sebenarnya objek yang diduga cagar budaya tersebut sudah cukup lama ditemukan oleh warga sekitar. Bahkan masyarakat setempat juga menganggap tempat itu sebagai tempat sakral.

"Sebetulnya sudah lama [ditemukan]. Cuma kalau kepercayaan kami ini kan tempat yang kami sakralkan, di penduduk sini itu menganggap itu adalah pertapaan Begawan Ciptaning. Jadi orang-orang sini menganggap daerah sakral," ujar Brewok.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak