alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Soal Santri Tutup Telinga, Yenny Wahid Respek Guru Ajak Vaksin: Jangan Gampang Cap Radikal

Eleonora PEW Selasa, 14 September 2021 | 19:45 WIB

Soal Santri Tutup Telinga, Yenny Wahid Respek Guru Ajak Vaksin: Jangan Gampang Cap Radikal
Santri yang menutup telinga saat mendengar musik [instagram]

Yenny Wahid juga menjelaskan bahwa menghafal Al-Qur'an bukan perkara mudah.

SuaraJogja.id - Video viral santri tutup telinga saat mendengar musik di lokasi vaksinasi Covid-19 menimbulkan pro dan kontra. Ada yang berkomentar negatif, tetapi tak sedikit pula yang memberi respons sebaliknya, termasuk Yenny Wahid.

Melalui unggahan di Instagram, Selas (14/9/2021), Yenny Wahid membagikan pendapatnya soal video viral santri tutup telinga saat mendengar musik itu. Ia menyayangkan banyak orang mengkritik hingga menyebut para santri itu radikal.

Yenny Wahid mempunyai dua catatan terkait video tersebut, yang memperlihatkan para santri Ma'had tahfiz Al-Qur'an menutup kuping kala mengantre vaksin Covid-19.

Pada poin pertama, putri kedua Presiden Ke-4 RI Gus Dur dan Sinta Nuriyah ini mengungkapkan apresiasi untuk guru para santri tersebut.

Baca Juga: Viral Santri Tutup Kuping, Yenny Wahid Jelaskan Kenapa Mereka Tak Boleh Dengar Musik

"Saya senang para gurunya mengatur agar mereka divaksinasi. Dengan divaksin, mereka bukan saja melindungi dirinya tetapi juga orang-orang disekelilingnya dari ancaman covid 19," tulis @yennywahid.

Setelah itu, Yenny Wahid juga menjelaskan bahwa menghafal Al-Qur'an bukan perkara mudah, sehingga wajar baginya melihat para santri itu menutup telinga saat mendengar musik untuk menjaga hafalan Al-Qur'an.

"Menghafal Quran bukan pekerjaan yang mudah. kawan baik saya, Gus Fatir dari pesantren @ponpespi_alkenaniyah belajar menghafal AlQuran sejak usia 5 th. Beliau mengatakan bahwa memang dibutuhkan suasana tenang dan hening agar lebih bisa berkonsentrasi dalam upaya menghafal Quran. Jadi kalau anak-anak ini oleh gurunya diprioritaskan untuk fokus pada penghafalan Quran dan diminta untuk tidak mendengar musik, itu bukanlah indikator bahwa mereka radikal," terang aktivis yang belum lama ini mundur dari jabatan Komisaris Garuda Indonesia ini.

Lantas, Yenny Wahid mengajak masyarakat untuk tak gampang melabeli orang lain atas dasar stigma.

"Yuk kita lebih proporsional dalam menilai orang lain. Janganlah kita dengan gampang memberi cap seseorang itu radikal, seseorang itu kafir dll," tambahnya.

Baca Juga: Nyinyiri Santri Penghafal Al Quran, Deddy Corbuzier dan Diaz Hendropriyono Diserbu Netizen

Menurut perempuan bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Wahid ini, mencap orang dengan berbagai label merupakan akar perpecahan.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk saling mengerti satu sama lain dan memahami bahwa tak semua orang menganut nilai yang sama demi menjaga persatuan bangsa.

"Buat adik-adik ma'had tahfidz, semangat terus ya dalam upaya menghafal Al Quran. Semoga Allah SWT memberikan barokah berlimpah untuk kalian semua," tutupnya.

Video santri tutup telinga saat mendengar musik viral baru-baru ini. Di video itu, tampak para santri tertunduk sambil membungkuk untuk menutup telinga kala terdengar sebuah lagu diputar di lokasi vaksinasi Covid-19. Dari balik kamera, perekam pun memuji para santri tersebut.

"Masyaallah santri kami lagi antre vaksin, qodarullah di tempat vaksin ini ada musik, maka lihat santri-santri kami menutup kuping agar mereka tidak mendengar musiknya," ucapnya.

Video itu seketika banjir komentar negatif warganet. Mereka beranggapan, para santri dan guru yang mengajarnya berlebihan dalam menilai musik.

Di sisi lain, tak sedikit juga yang memuji para santri karena memilih mengendalikan diri alih-alih menyuruh orang lain mematikan musik.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait