Sejumlah Sekolah di Sleman Ketahuan Curi Langkah Buka Pembelajaran Tatap Muka

Sejumlah sekolah di Sleman curi start gelar Pembelajaran Tatap Muka

Galih Priatmojo
Selasa, 21 September 2021 | 14:47 WIB
Sejumlah Sekolah di Sleman Ketahuan Curi Langkah Buka Pembelajaran Tatap Muka
ilustrasi pembelajaran tatap muka.

Semua sekolah rencananya akan dibuka secara serentak, kecuali di sekolah yang berada di wilayah kalurahan zona merah.

Jika melihat aturan dalam instruksi Bupati Sleman (Inbup) terbaru, nomor 28 tahun 2021, pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan boleh dilaksanakan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh. Tentunya dengan sejumlah ketentuan.

Kustini mengatakan, semua sekolah di Kabupaten Sleman sebenarnya saat ini sudah siap untuk PTM. Langkah berikutnya, tinggal berkoordinasi sembari menunggu cakupan vaksinasi bagi pelajar mencapai 100%. 

Berikut Skenario PTM Terbatas

Baca Juga:Tuduh Istri Pernah Selingkuh, Bapak di Sleman Tega Perkosa Dua Anak Kandungnya

Kepala Disdik Sleman Ery Widaryana menjelaskan, kendati sudah menyiapkan semua yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan PTM, Disdik Sleman masih belum bisa menentukan tanggal PTM dimulai di Sleman. Yang terpenting adalah Disdik sudah memberikan nota dinas kepada Bupati.

"Kami besok Kamis (23/9/2021) akan bertemu dalam rapat bersama seluruh OPD yang terlibat dalam penanganan Covid-19 dan Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Sleman," tuturnya.

Pertemuan itu dimaksudkan untuk mengomunikasikan rencana PTM dan mendapatkan dukungan. Pasalnya, selain tatap muka terbatas, pada Oktober juga ada Asesmen Nasional Berbasis Komputer bagi siswa jenjang SMP yang mengharuskan siswa datang langsung ke sekolah.

"Biar semua kondusif, dapat dukungan dari pemerintah kapanewon, pemerintah kalurahan, gugus tugas kapanewon, gugus tugas kalurahan. Supaya dapat berjalan kondusif," terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman Ery Widaryana - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman Ery Widaryana - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Pada masa tatap muka terbatas, Disdik akan menerapkan 'masa transisi' yang dijadwalkan berlangsung selama dua bulan. Pembelajaran dilakukan dengan pembagian giliran KBM sebanyak 50% dari tiap total jumlah siswa, di masing-masing kelas.

Baca Juga:Bejat! Bapak di Sleman Tega Perkosa 2 Anak Kandung Selama 8 Tahun

Misalnya untuk siswa SD sebanyak 14-16 orang sedangkan kuota siswa SMP 16-18 orang per kelas.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak