"Lukisan ini yang menggambarkan kehidupan petani dan buruh linting rokok yang terbelenggu aturan dan persaingan dan akhirnya mati perlahan-lahan," tandasnya.
Wibowo menyebutkan, dia memilih menyerahkan lukisan karyanya kepada Presiden karena tidak memiliki cara lain untuk mengekspresikan keluh kesah mereka akan kebijakan cukai yang merugikan petani dan buruh rokok. Padahal yang mereka inginkan hanya kesempatan untuk memproduksi rokok sebagai bentuk kecintaan pada bangsa.
"Banyak bangsa besar tidak punya pertanian, tapi kita punya lahan, sumber daya manusia, alat produksi tapi monggo kita lihat kesejahteraannya. Kita tidak ingin materialis tapi kecukupan akan masa depan buat anak cucu [melalui industri rokok] perlu diperhatikan," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga:Akademisi Dukung Pemerintah Lebih Adil Lindungi Sektor Pertembakauan