27 Ribu Lansia di Kulon Progo Belum Terima Vaksinasi Covid-19, Satgas Ingatkan Prokes

Yang menjadi perhatian, saat ini capaian vaksinasi bagi lansia masih belum maksimal.

Eleonora PEW | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:45 WIB
27 Ribu Lansia di Kulon Progo Belum Terima Vaksinasi Covid-19, Satgas Ingatkan Prokes
[ILUSTRASI] Seorang lansia divaksin Covid-19 di Kawasan Ngarsopuro Jalan Diponegoro, Selasa (15/6/2021). (Suara.com/Budi Kusumo)

Sebanyak 59 jumlah kasus positif Covid-19 di bulan Oktober itu berasal dari 2.874 sampel yang sudah diambil. Sehingga memang menjadikan positivity rate di Bumi Binangun turun menjadi hanya dua persen saja.

"Hal ini sudah dilakukan upaya semaksimal mungkin oleh puskesmas dan rumah sakit agar semua kontak dengan kasus positif ini mau diambil spesimennya. Namun saat ini sudah mulai masyarakat menolak untuk dilakukan pemeriksaan antigen atau PCR," ungkapnya.

Kondisi itu justru berbahaya bagi kelompok-kelompok rentan seperti lansia. Terlebih kelompok tersebut belum mendapatkan atau menerima vaksinasi Covid-19.

Sebab tidak menutup kemungkinan virus Covid-19 masih bisa menular dan mengakibatkan efek yang fatal pada kelompok rentan khususnya lansia. Baik kemudian terpapar lalu mendapat gejajala berat hingga meninggal dunia.

Baca Juga:Kota Malang Catat 86 Persen Cakupan Vaksinasi Dosis Pertama

"Dengan tidak diketahui status ini maka kelompok-kelompok rentan seperti yang saya sampaikan tadi (lansia) akan beresiko menjadi sakit berat dan kemungkinan meninggal (jika terpapar Covid-19). Karena dari 59 kasus (di Oktober) tadi 4 di antaranya meninggal dan ini kelompok usia di atas 55 tahun," paparnya.

Baning berpesan kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 secara disiplin. Meskipun memang saat ini telah terjadi penurunan kasus positif Covid-19 secara signifikan.

"Pesan kami tetap laksanakan protokol kesehatan, jaga jarak satu sama lain, menggunakan masker dengan benar dan selalu mencuci tangan dengan sabun atau handzanitizer," pungkasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak