facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mengintip PTM di Sleman, Antusiasme Tinggi dan Disiplin Prokes Jadi Kunci

Eleonora PEW | Hiskia Andika Weadcaksana Sabtu, 16 Oktober 2021 | 11:35 WIB

Mengintip PTM di Sleman, Antusiasme Tinggi dan Disiplin Prokes Jadi Kunci
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah Kabupaten Sleman - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Hewi menuturkan, saat ini semua siswa dari kelas 7, 8, dan 9 telah melakukan PTM secara terbatas.

Setelah vaksin, berikutnya yaitu meminta surat persetujuan dari orang tua bahwa anaknya diperbolehkan untuk mengikuti pelaksanaan PTM ini.

"Tanpa surat persetujuan orang tua, kami tidak berani mendatangkan anak-anak. Jadi seandainya ada anak-anak yang tidak disetujui orang tuanya, memang tidak perlu datang. Mereka tetap akan mengikuti PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh)," ungkapnya.

Namun dengan segala persyaratan serta prokes ketat yang selalu diterapkan sebagian besar orang tua telah memberikan izin itu.

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah Kabupaten Sleman - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah Kabupaten Sleman - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

"Jadi mereka (orang tua) sudah menyetujui semua. Meskipun ada satu anak yang belum memberikan suratnya karena anak itu baru akan vaksinasi kedua tanggal 26 Oktober besok. Jadi orang tuanya menunggu sampai anaknya selesai vaksinasi," ucapnya.

Baca Juga: Nekat Datang ke Solo, Ratusan Suporter PSS Sleman Diciduk Polisi, 150 Motor Dikandangkan

"Tetapi prinsipnya secara informal dulu sudah menyatakan menyetujui hanya surat itu yang belum disampaikan. Sehingga dengan dasar presentase jumlah yang vaksin kemudian berdasarkan surat persetujuan orang tua itulah kami melaksanakan PTM terbatas," sambungnya.

Kendati begitu, tak perlu khawatir. Sebab walaupun orang tua tidak menyetujui atau tidak memberi izin anaknya untuk tatap muka. Sekolah memastikan akan tetap melayani dengan sistem daring.

Ia tidak memungkiri bahwa akan diperlukan adaptasi kepada anak-anak ketika memulai kembali ke sekolah setelah sekian lama di rumah. Ada kebiasaan dan perilaku yang secara tidak langsung dibentuk ketika PTM dilaksanakan.

Ketika melaksanakan PJJ, sebagian besar anak-anak seolah merasa lebih seenaknya. Mereka, kata Hewi, cenderung tidak memperhatikan diri mereka saat mengikuti pembelajaran sistem daring.

"Ketika anak-anak itu daring barang kali sebagian besar merasa 'sak-sak e', mungkin ketika terlambat bangun terus tidak mandi, dan lain-lain justru langsung ikut pembelajaran itu bisa jadi karena tidak kelihatan," tuturnya.

Baca Juga: Pembelajaran Tatap Muka Sudah Dimulai, Orangtua Wajib Jaga Daya Tahan Tubuh Anak

Tetapi akan berbeda jika para siswa harus datang ke sekolah. Dari segi kedisiplinan pasti akan lebih baik. Selain itu ada kemauan untuk menjaga kesehatan diri sendiri. Dengan mandi dulu, sarapan dan sebagainya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait