alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemkot Yogyakarta Gelar Swab Acak di Malioboro Sore Hari, Ini Alasannya

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora Senin, 25 Oktober 2021 | 18:54 WIB

Pemkot Yogyakarta Gelar Swab Acak di Malioboro Sore Hari, Ini Alasannya
Layanan vaksinasi gratis di Hotel Mutiara Malioboro pada Sabtu (23/10/2021) pukul 10.00-12.00 WIB. - (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

Pemkot Yogyakarta sediakan posko vaksinasi di sekitar Malioboro

SuaraJogja.id - Pemberian fasilitas vaksinasi dan tes swab acak di destinasi wisata Malioboro pada Sabtu-Minggu akan diubah pada sore hari. Pasalnya jumlah yang menjadi sampling dan sasaran vaksinasi masih sedikit sejak diterapkan oleh Pemkot Yogyakarta.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menjelaskan bahwa posko vaksinasi di sekitar Malioboro tepatnya di Hotel Mutiara Malioboro akan diberlakukan juga pada hari Minggu.

"Kemarin kan hanya Sabtu. Selanjutnya pekan depan kita berlakukan untuk dua hari termasuk Minggu. Itu untuk memfasilitasi warga yang belum divaksin saat dilakukan pengecekan secara acak di Malioboro. Nantinya kita ubah waktunya ke sore hari," terang Heroe ditemui di Balai Kota Yogyakarta, Senin (25/10/2021).

Ia mengatakan pada pemberlakuan pada pagi hari dirasa kurang sesuai. Mengingat kondisi Malioboro mulai ramai pada sore menjelang malam hari.

Baca Juga: One Gate System Berjalan Normal, Pemkot Yogyakarta Bakal Terapkan Tiap Hari

"Ya kemarin kami keliru, harusnya pengecekan itu dilakukan sore saat wisatawan mulai banyak datang. Jadinya sasaran yang kita targetkan juga sedikit," ujar Heroe.

Selama dua jam fasilitas vaksin dibuka pada Sabtu (23/10/2021) pagi, terdapat 17 orang yang mendapat dosis pertama. Sementara dosis dua terdapat 16 orang yang divaksin.

"Kami menyediakan 100 dosis vaksin. Jadi warga yang mendapat vaksin (saat pengecekan acak oleh petugas) tidak harus warga Jogja. Jika identitasnya warga Indonesia nanti kami fasilitasi," kata dia.

Sementara untuk pengecekan swab tes, kata Heroe hanya lima orang yang menjadi sampling. Padahal Pemkot sudah menyediakan 100 alat antigen untuk pemeriksaan.

"Ya karena kurang maksimal, akhirnya kami evaluasi dengan mengganti waktunya. Hasil sampling acak itu tidak ada yang positif (Covid-19)," kata dia. 

Baca Juga: PPKM Sudah Turun Level, Pemkot Yogyakarta Masih Pikir-pikir Buka Seluruh Destinasi Wisata

Disinggung apakah akan menambah kapasitas dosis vaksin dan jumlah alat pemeriksaan tes antigen, Heroe masih akan membahas lebih lanjut.

"Yang jelas dua hari nanti baik vaksin dan swab antigen kita lakukan. Sehingga hasilnya bisa lebih dahulu diantisipasi," ujar pria yang menjabat sebagai Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta itu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait