Sebab guru yang bangga pada profesinya tahu sumpah sebagai guru berdampak besar pada perkembangan pola pikir generasi bangsa.
3. Dapat menanamkan sikap optimis kepada siswa
Jika memiliki masalah pribadi di rumah, guru sebaiknya tidak melampiaskan kepada murid. Sebaliknya, guru harus dapat mengelola emosi. Teknik mengajar ini terkesan tidak ada hubungannya dengan pendidikan, tapi sayang sekali anggapan itu salah.
Teknik bisa mengontrol emosi akan berperan besar terhadap cara guru menyampaikan materi kepada murid, dengan nada yang nyaman dan mudah dicerna atau dengan sikap kasar yang membuat murid patuh karena takut akan memberikan perbedaan besar nantinya.
Baca Juga:Bejat! Oknum Guru Aniaya Siswa SMP Hingga Tewas, Cuma Gara-Gara Tidak Kerjakan Tugas
Oleh karena itu, guru yang dapat bersikap positif akan secara otomatis meningkatkan pemikiran optimis di dalam hati masing-masing murid.
4. Selalu membuka diri dengan belajar bersama siswa
Seperti kata pepatah tadi, guru juga murid. Itu artinya seseorang yang berprofesi guru tidak boleh beranggapan waktu belajarnya telah habis dan merasa sudah paling benar lalu berada di puncak gunung kemudian memaksa murid mengikuti caranya.
Teknik mengajar selalu membuka diri dengan belajar bersama siswa akan membuat guru tidak pernah lupa kalau ada perkembangan zaman, perubahan perilaku pada murid, dan cara murid dalam menyelesaikan soal itu berbeda-beda, sehingga guru yang bisa selalu belajar dan membuka diri dengan murid bisa menyampaikan materi sesuai dengan daya tangkap murid.
5. Dapat memberi contoh yang baik
Baca Juga:Sadis! Murid SD Dibunuh Guru, Kepala Pecah dan Tubuh Penuh Luka
Guru tidak boleh hanya bisa memberikan teori tapi sebaiknya juga bisa memberikan contoh yang baik. Mulai dari tidak datang terlambat atau dapat tiba tepat waktu ke sekolah.