Antisipasi Bencana, Pengelola Watu Purbo Siagakan Petugas Jaga

Bila di area hulu terjadi mendung dan hujan, maka petugas jaga di kawasan wisata Watu Purbo memberikan imbauan kepada pengunjung untuk naik dari sungai.

Eleonora PEW
Jum'at, 29 Oktober 2021 | 18:55 WIB
Antisipasi Bencana, Pengelola Watu Purbo Siagakan Petugas Jaga
Grojokan Watu Purbo jadi destinasi usai gowes sepeda. (Instagram/ariz827)

Pernyataan itu disampaikan menyusul potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan angin kencang yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem seperti saat ini.

Kepala Dispar Sleman Suparmono mengatakan, situasi alam saat ini harus disikapi dengan kesiapsiagaan oleh seluruh pengelola destinasi wisata ataupun desa-desa wisata di wilayah Kabupaten Sleman.

"Kami meminta seluruh pengelola destinasi atupun desa wisata yang wilayahnya memiliki potensi bencana, untuk meningkatkan kewaspadaannya sebagai upaya melindungi wisatawan," ungkapnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (28/10/2021) malam.

Suparmono menyebut, kewaspadaan tersebut khususnya mulai ditingkatkan pada Oktober 2021 sampai Maret 2022, terutama puncak musim hujan Januari 2022.

Baca Juga:Luhut Minta Semua Pihak Bersiap Hadapi Badai La Nina

Menurutnya, imbauan kesiapsiagaan atas potensi bencana ini merupakan bentuk dengan tindaklanjut dari turunnya Surat Edaran dari Pemerintah Kabupaten Sleman Nomor 360/2824 tentang Peningkatan Respon Kebencanaan Sebagai Langkah Antisipatif Bencana Hidrometeorologis, yakni lewat Surat Edaran (SE).

Lebih lanjut ia menjelaskan, pengelola destinasi dan desa wisata agar meningkatkan koordinasinya dengan Posko Unit Ops Penanggulangan Bencna dan Tim SAR setempat untuk pemantauan kemungkinan terjadinya bencana.

"Agar bisa diantisipasi dengan baik, utamanya yang memiliki aktivitas di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dan daerah lereng-lereng seperti di wilayah Kapanewon Prambanan yang berpotensi bencana tanah longsor," ujarnya.

Suparmono menyatakan, pihaknya selalu berupaya mengingatkan rekan pengelola agar selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan wisatawan.

"Kepada wisatawan saya meminta untuk memperhatikan arahan atau imbauan dari pengelola tempat wisata, untuk memberikan kenyamanan dan keamanan wisatawan," terangnya.

Baca Juga:BMKG Minta Wilayah Ini Bersiap Hadapi La Nina hingga Februari 2022

Namun demikian menurutnya, perhatian wisatawan terhadap arahan dan imbauan pengelola wisata itu, bukan hanya terkait potensi bencana alam. Melainkan juga arahan terkait bencana pandemi Covid-19.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak