Persoalan yang terjadi di Exco Partai Buruh DIY dijelaskan Ketua SBSI Korwil DIY, Dani Eko Wiyono. Tidak ada keterlibatannya di Partai Buruh bukan berarti tak mendukung partai berlambang padi itu. Ia memilih untuk tidak melebur dalam kegiatan partai.
"Kami bukan menolak atau tidak mendukung Partai Buruh. Tentu adanya partai ini baik untuk rekan pekerja dan buruh di Indonesia. Hanya saja kami memilih tak akan terlibat dulu," terang Dani.
Alasan SBSI tak ingin terjun dalam aktivitas partai yang digawangi Said Iqbal itu, salah satunya karena SK Exco Partai Buruh DIY dinilai tidak sesuai koordinasi sebelumnya.
"Ada yang perlu kami soroti dalam surat yang dimandatkan kepada Exco Provinsi Partai Buruh (DIY). Kepengurusan yang ditetapkan tidak sesuai dengan koordinasi yang ada sebelumnya," kata dia.
Baca Juga:Mantan Caleg Ini Pimpin Partai Buruh Sumut
Ia menambahkan sebelum SK penetapan turun, awal Oktober lalu, muncul rilis yang menyatakan sudah terpilih Ketua Exco Partai Buruh DIY secara tiba-tiba.
"Munculnya pernyataan itu tanpa koordinasi di (Exco Partai Buruh) DIY. Padahal SK belum turun sama sekali. Sehingga, kami sangat menyayangkan cara-cara sesama serikat buruh yang tidak beretika itu," terang Dani.
Meski sudah ada nama Ersad Ade Irawan sebagai Ketua Exco, Partai Buruh di DIY belum bertemu untuk koordinasi kembali. Hingga kini Dani mengaku belum ada arahan dari Ketua Exco Partai Buruh DIY.
"Sampai sekarang tidak ada komunikasi sama sekali. Ketua saat ini juga tidak pernah menghubungi apa langkah selanjutnya pergerakan partai di DIY," kata dia.
Hal sama juga dijelaskan Ketua KSPSI DIY, Ruswadi. Pihaknya memutuskan tidak akan berperan dengan kegiatan-kegiatan ke dalam Partai Buruh.
Baca Juga:Kecewa dengan SK Exco Nasional, SBSI dan KSPSI Tak Mau Terlibat di Partai Buruh
Selanjutnya ia juga segera membuat surat pengunduran diri sebagai pengurus Exco Partai Buruh DIY.