Pemadaman Lampu "earth hour" Selama Satu Jam di Ibu Kota Dinilai Terlalu Singkat
"Kalau satu jam sih kurang ya, kata Aulia.
Pebriansyah Ariefana Kamis, 11 November 2021 | 15:47 WIB
SuaraJogja.id - Segitiga adalah sebuah bangun datar yang memiliki tiga buah sisi. Setiap sisi itu kemudian bertemu dan membentuk sebuah bangun datar yang disebut segitiga. Apakah kalian sudah mengetahui rumus segitiga yang digunakan untuk menghitung luas bangun datar tersebut?
Menurut Euclid (Bapak Geometri), apabila dijumlahkan, keseluruhan sudut segitiga itu akan menghasilkan nilai sebesar 180. Dengan demikian, kita bisa menghitung salah satu sudut segitiga jika sudut-sudut yang lain sudah diketahui.
Berikut pembahasan mengenai segitiga meliputi macam-macam segitiga dan rumus yang terkait dengan bangun segitiga.
Rumus Segitiga
Baca Juga: Rumus Luas Segitiga: Cara Menghitung Hingga Contoh Soal
Keliling segitiga dirumuskan sebagai berikut.
K = BC + AC + AB
K = a + b + c
Keterangan:
Baca Juga: Rumus Luas Segitiga Beserta Contoh-contoh Soalnya
Luas segitiga dirumuskan sebagai berikut.
L = ½ x a x t
Keterangan:
a : ukuran alas segitiga
t : ukuran tinggi segitiga
Macam-macam segitiga berdasarkan ukuran dan jenisnya
Segitiga sama kaki merupakan jenis segitiga yang memiliki sepasang sisi yang sama panjang. Terdapat dua sudut yang sama besar, yakni 60. Segitiga jenis ini umumnya biasanya akan terlihat seimbang dan kokoh.
Segitiga sama sisi merupakan segitiga yang ketiga sisi dan sudutnya memiliki ukuran yang sama.
Segitiga ini sangat berbeda dengan segitiga sama sisi maupun segitiga sama kaki. Segitiga sembarang adalah segitiga yang dibentuk dari 3 sisi yang memiliki panjang yang sisi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, besar sudut setiap sudut yang ada pada segitiga jenis ini juga berbeda-beda.
Macam-macam segitiga berdasarkan sudutnya
Segitiga ini adalah segitiga yang besar dari salah satu sudut yang ditandai kurang dari 90.
Segitiga ini adalah segitiga dimana salah satu sudutnya memiliki besar sudut 90. Sisi yang berada tepat di depan sudut siku-siku tersebut dinamakan sebagai hipotenusa.
Segitiga ini adalah segitiga dimana salah satu sudutnya memiliki besar sudut lebih dari 90.
Kontributor : Titi Sabanada