Omicron Cepat Menular, Epidemiolog UGM Minta Kaum Rentan Diprioritaskan Dapat Booster

Menurut Bayu, kaum rentan memerlukan booster selain vaksinasi yang sudah mereka terima. Sebab bila terpapar Omicron, penyakit mereka akan parah.

Galih Priatmojo
Jum'at, 17 Desember 2021 | 19:58 WIB
Omicron Cepat Menular, Epidemiolog UGM Minta Kaum Rentan Diprioritaskan Dapat Booster
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

SuaraJogja.id - Epidemiolog UGM, Bayu Satria Wiratama meminta pemerintah lebih memperhatikan kelompok rentan dan lansia. Hal ini menyusul masuknya varian baru COVID-19, Omicron ke Indonesia.

Pemerintah juga perlu belajar dari pengalaman penanganan dari varian Delta untuk menghadapi Omicron.  Saat varian Delta muncul, Indonesia tidak siap dari sisi vaksinasi dan 3T terutama isolasi terpusat dan tracing.

Padahal virus yang sudah membuat satu orang terpapar ini disebut lebih cepat menyebar dibandingkan varian Delta. Padahal saat Delta menyebar secara masif pada kurun waktu Juni hingga September 2021 lalu, angka kasus COVID-19 di Indonesia, termasuk di DIY tidak terbendung banyaknya.

"Omicron dugaannya lebih menular dari delta.  Kita perlu antisipasi dengan percepatan vaksinasi, terutama yang rentan seperti usia lansia sama yang punya komorbid," papar Bayu saat dikonfirmasi, Jumat (17/12/2021).

Baca Juga:Soroti Cakupan Vaksinasi Covid-19, Epidemiolog UGM: Masih Belum Merata Sepenuhnya

Menurut Bayu, kaum rentan memerlukan booster selain vaksinasi yang sudah mereka terima. Sebab bila terpapar Omicron, penyakit mereka akan parah.

Booster bagi kaum rentan penting karena Omicron diduga lebih menurunkan efektivitas vaksin dibanding dengan Delta. Berbeda dari efektivitas vaksin pada varian Delta bisa mencapai 80 persen, maka pada Omicron turun menjadi 70 persen.

"Omicron ini sementara bukti yang ada menurunkan efektifitas vaksin daripada delta. Semua kelompok umur berisiko tapi lansia lebih berisiko karena lebih rentan, juga yang punya komorbid," tandasnya.

Untuk itu Bayu berharap vaksinasi lansia bisa dipercepat. Sebab di Indonesia, vaksinasi bagi lansia masih cukup lambat jika dibandingkan kelompok usia lain.

Contohnya di DIY, capaian vaksinasi untuk kelompok usia dibawah 70 tahun sudah mencapai 90 persen lebih. Sementara untuk lansia baru di angka 60 persen.

Baca Juga:PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Epidemiolog UGM: Implementasinya Harus Kuat

Persoalan ini terjadi seringkali dikarenakan informasi yang salah terkait vaksinasi pada lansia. Banyak keluarga kesulitan untuk membujuk lansia agar mendapatkan vaksinasi.

"Lansia sudah dibujuk untuk vaksin karena termakan informasi yang salah,"  ujarnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak