Omicron Masuk ke Indonesia, Bantul Tak Akan Lockdown Saat Natal dan Tahun Baru

Kami masih keberatan memberi izin karena ada perintah untuk antisipasi omicron meski belum ditemukan di Bantul.

Galih Priatmojo | Rahmat jiwandono
Senin, 20 Desember 2021 | 21:38 WIB
Omicron Masuk ke Indonesia, Bantul Tak Akan Lockdown Saat Natal dan Tahun Baru
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih - (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

SuaraJogja.id - Virus corona varian Omicron telah terdeteksi di Indonesia. Seperti diketahui, orang yang pertama kali terkonfirmasi positif Omicron ialah seorang petugas kebersihan di Wisma Atlet, Jakarta. 

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan, Presiden Joko Widodo menyerukan kepada seluruh kepala daerah untuk mengantisipasi penyebaran varian omicron. Kendati begitu, pemerintah pusat tidak menginstruksikan untuk melakukan lockdown atau penurunan level PPKM saat Natal dan Tahun Baru. 

"Tidak ada perintah itu (lockdown atau penurunan level PPKM) tapi harus diwaspadai dan diantisipasi (penyebaran Omicron)," tutur Halim, Senin (20/12/2021). 

Diakuinya bahwa hingga kini pihaknya sudah menerima banyak surat kaitannya dengan penyelenggaraan acara yang melibatkan pengumpulan massa. Namun, ia menegaskan belum memberi izin untuk itu. 

Baca Juga:Pantai di Bantul Tak Tutup Saat Tahun Baru, Bupati Ingin Kepercayaan Wisatawan Saat Wabah

"Manakala ada kegiatan pengumpulan massa, kalau kira-kira aman ya diizinkan, kalau berisiko (menularkan Covid-19) tidak. Kami masih keberatan memberi izin karena ada perintah untuk antisipasi omicron meski belum ditemukan di Bantul. Omicron ini menyerang di Eropa dan Afrika," jelas dia. 
 
Sekali lagi, ia menyebutkan sebetulnya tidak ada perintah spesifik baik dari Presiden maupun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk penurunan level PPKM. Sehingga  sektor pariwisata tetap beroperasi. 

Ihwal pengaturannya, lanjut Halim, sambil berjalan lantaran Pemkab Bantul juga ingin melakukan pemulihan ekonomi. Pihaknya tidak mungkin menutup semua sektor.

"Kalau kami tutup semua, nanti ekonomi tidak jadi pulih. Termasuk kerumunan salah satu cara untuk membangkitkan ekonomi, misal pengajian akan ada beberapa pedagang," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak