Belasan Sapi dan Kambing Mati Karena Antraks, 23 Orang Warga Gunungkidul Diduga Ikut Terpapar

Hendra menuturkan hewan ternak yang mati terindikasi terpapar antraks pertama kali pada pertengahan bulan Desember 2021 yang lalu.

Galih Priatmojo
Rabu, 02 Februari 2022 | 10:13 WIB
Belasan Sapi dan Kambing Mati Karena Antraks, 23 Orang Warga Gunungkidul Diduga Ikut Terpapar
Hewan ternak sapi di kawasan Gunungkidul yang diduga tewas akibat terkena virus antraks. (Suara.com/Julianto).

Dewi menandaskan ketika pertama kali mereka mendapat laporan adanya indikasi warga yang menunjukkan gejala antraks, pihaknya langsung bereaksi. Mereka mengambil langkah antisipatif dengan melakukan penelusuran sekaligus memberikan obat serta penguat daya tahan tubuh.

"Siang kami mendapatkan laporan malamnya langsung kami tindaklanjuti,"papar dia.

Secara umum mereka sebenarnya dalam kondisi baik. Hanya saja ada satu orang yang terpaksa dilarikan ke RSUD Wonosari karena kondisinya mengalami penurunan. Sedangkan untuk warga yang bergejala, semuanya kini ditangani di kediamannya masing-masing. 

Dewi mengatakan pihaknya juga melakukan monitoring di lokasi terduga tempat penyebaran Antraks. Prosesnya dilakukan selama 60 hari oleh puskesmas dibantu perangkat setempat, guna memastikan potensi penyebaran bisa dihentikan.

Baca Juga:Dukung Strategi Diplomasi Sri Sultan HB X Melalui Kayu, 3 Menteri Canangkan Hutan Nangka di Gunungkidul

Terpisah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul memastikan penanganan terhadap hewan ternak yang terkena antraks sudah dilakukan dengan cepat. Dinas juga sudah melakukan investigasi di lapangan. 

Kepala Bidang kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Gunungkidul, drh. Retno Widyastuti memaparkan, belasan ternak mati mendadak sejak 14 Desember 2021 hingga terkahir Jumat (28/01/2022) kemarin. Setelah ada sejumlah warga yang tiba-tiba mengalami sakit kulit dan ciri-ciri terpapar antraks.

"Ternak di lokasi tersebut yang masih hidup kita beri vitamin dan injeksi baru dua minggu lagi akan kami vaksinasi," kata Retno, Selasa (1/2/2022). 

Ke depan pihaknya berencana akan melakukan vaksinasi terhadap seluruh ternak yang ada di dua kapanewon tersebut. Namun pihaknya tidak menentukan kapan vaksinasi tersebut akan selesai mengingat jumlah populasi ternak di dua kapanewon tersebut cukup banyak.

Dua kapanewon tersebut populasi ternak sapi kambing dan domba mencapai 46 ribu. Dan di satu sisi jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang ia miliki cukup minim. Banyak pegawai di lingkungannya yang telah purna tugas dan 13 dokter yang ia miliki juga diperbantukan semua 

Baca Juga:Sempat Hilang Sejak Sebelum Pandemi Covid-19, Antraks Diduga Jangkiti 7 Warga Gedangsari Gunungkidul

Kontributor : Julianto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak