Selama Pandemi, Kaum Lansia Jadi Biang Penyebar Hoaks Terbesar

para lansia menyebarkan berita-berita hoaks tersebut ke sosmed, termasuk di lingkungan keluarganya.

Galih Priatmojo
Senin, 07 Februari 2022 | 18:09 WIB
Selama Pandemi, Kaum Lansia Jadi Biang Penyebar Hoaks Terbesar
ilustrasi hoaks, ilustrasi hoax, UU ITE. [Envato Elements]

Akibatnya banyak lansia yang terjebak penipuan digital. Mereka juga tidak sadar akan pentingnya perlindungan data sehingga mudah terpapar hoaks.

"Perlu pendampingan dan mendudukkan lansia pada posisinya agar melek literasi digital karena meski punya HP mahal tapi seringkali tidak bisa menggunakannya dengan baik," ungkapnya.

Karenanya gerakan literasi digital lansia digulirkan yang menyasar sekitar 6.000 lansia di 25 kota di Indonesia. Dalam gerakan ini, generasi muda diharapkan ikut berperan untuk memberikan pendampingan bagi lansia dalam memahami dunia digital.

"Selain itu berbagi pengalaman dan ilmu agar kelompok lansia bisa tetap produktif," ungkapnya.

Baca Juga:Ini 4 Cara Terhindar dari Rasa Malu Akibat Menyebarkan Hoaks di Grup WhatsApp Keluarga

Ditambahkan artis sekaligus Ketua Siberkreasi, Yosi Mokalu, gap teknologi informasi membuat lansia kesulitan dalam meningkatkan literasi digital. Apalagi masih banyak lansia yang buta huruf dengan taraf ekonomi yang rendah.

Situasi yang terjadi seringkali dipinjam pembuat hoaks untuk membuat hoaks. Mereka tidak perlu capek mengemas dan mencari narasumber, cukup dengan meminjam situasi untuk menyebarkan hoaks, termasuk kepada lansia yang rentan terpapar hoaks.

"Sehingga melek internet bukan jadi prioritas lansia. Sampai saat ini tidak ada data berapa lansia yang terliterasi digital, padahal negara kita baru melakukan transformasi percepatan pembangunan infrakstruktur komunikasi," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga:Kronologi Rumor Pratama Arhan ke Lazio, Hoaks?

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak